Wisatawan Diimbau Putar Balik, Objek Wisata di Garut Tutup Total hingga 25 Januari 2021

Kabar Garut – Ketua Life Guard Pantai Santolo Kabupaten Garut, Dede Rustandi menjelaskan bahwa kawasan wisata di Garut Selatan termasuk Pantai Santolo ditutup total mulai terhitung mulai 13 Januari 2021.

Penutupan objek wisata ini akan berlangsung hingga dua pekan, terhitung dari tanggal 13 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

Jika ada wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata di Garut Selatan akan diputar balik ke daerah asalnya oleh petugas kepolisian.

“Terhitung mulai besok tanggal 14 Januari di jalan protkol yang masuk ke tempat wisata seluruh di Garut Selatan itu ada penutupan total oleh pihak kepolisian. Diputar balik disuruh pulang ke tempatnya masing-masing,” ucapnya saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Rabu 13 Januari 2021.

Dede mengaku penutupan objek wisata di Garut Selatan ini sesuai dengan anjuran pemerintah daerah baik dari Kabupaten Garut maupun dari Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga :   Di Garut Pemkab Klaim Tren Penambahan Kasus Corona Menurun

“Ada saran dari provinsi yang berhubungan dengan wisata di Kabupaten Garut ditutup terhitung dari tanggal 13 sampai tanggal 25 Januari,” kata dia.

“Ini khusus bagi kegiatan wisata dan kami pun terus mengimbau pada wisatawan yang ingin bertamasya ke pantai Santolo dan sekitarnya di Kabupaten Garut, keseluruhan objek wisata di Garut ditutup total resmi atas anjuran dari gubernur dan bupati,” ujarnya.

Seperti diketahui, Garut dan 19 daerah di Jawa Barat lainnya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

Dengan demikian, sejumlah kegiatan masyarakat di 20 daerah tersebut bakal dibatasi hingga setidaknya dua pekan ke depan.

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Kenaikan Angka Perceraian di Pengadilan Agama Garut, Karyawan Kena PHK dan Dirumahkan

Jum Jan 15 , 2021
Kabar Garut – Menurunnya tingkat perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19 tidak hanya meningkatkan angka kemiskinan di Kabupaten Garut. Lebih dari itu, hal ini juga telah berdampak terhadap meningkatnya angka perceraian. Sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Garut, […]
error: Content is protected !!