Wakil Bupati Garut Apresiasi Para Srikandi PSC 119 Si Jeruk, Berjibaku Ditengah Pandemi

Kabar Garut – Ambulance Public Safety Center (PSC) 119 Si Jeruk Kabupaten Garut dari Puskesmas Karangmulya Kecamatan Karangpawitan melaju, melewati jalanan Garut-Sukawening menuju Kecamatan Wanaraja. Kendaraan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini menjemput pasien untuk dirujuk ke RS Medina.

Di balik kemudi, ada Puteri Yusraa. Ditemani rekan kerjanya, Puteri Dwi, Petugas Operator Call Center PSC 119 Si Jeruk Garut ini sesekali menjadi supir ambulance khusus penjemputan pasien Covid-19. Seperti yang tampak pada Senin (18/01/2021), lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) mereka sedang bersiap mengevakuasi seorang pasien dengan status Pasien Covid-19 untuk diisolasi di rumah sakit rujukan.

Petugas Operator Call Center 119 Si Jeruk, Pingkan Tresan saat menjadi sopir ambulance menjemput pasien Covid-19 di Kecamatan Leles.

Bulir-bulir keringat menetes perlahan. Hawa panas harus dilawan sekuat mungkin. Seorang pasien yang dinyatakan positif hasil rapid test harus mereka jemput. Tim evakuasi wajib mengenakan APD lengkap sesuai protokol penanganan pasien Covid-19. Tak boleh ada celah. Resikonya, mereka bisa ikut tertular.

“Sebenarnya tugas saya jadi Operator Call Center PSC 119 sama menerima semua rujukan ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di Garut dan luar kota. Tapi disamping itu, kalau laki-laki kewalahan kita cewek siap turun membantu menggantikan tugas mereka, yakni menjemput sekaligus menjadi sopirnya. Selain itu, butuh negosiasi agar yang bersangkutan mau dibawa ke ruang isolasi rumah sakit,” ujar Uca, sapaan akrab Puteri Yusraa, kepada hariangarutnews.com, Selasa (19/01/2021).

Memilih jalan yang penuh risiko tentu hanya dilakukan oleh orang-orang pilihan. Tidak semua orang bersedia memilih berada di posisi yang seharusnya bisa dihindari. Itu pula yang dirasakan para Srikandi PSC 119 Si Jeruk seperti Puteri Yusraa, Puteri Dwi, Pingkan Tresan dan yang lainnya. Dia menyebut tugasnya saat ini sebagai panggilan hati. Uca mengaku, posisinya saat ini di tengah pandemi Covid-19 adalah sebagai bentuk aktualisasi diri sebagai seorang manusia. Bergabung bersama tim evakuasi membuatnya bisa membantu banyak orang.

“Rasa cemas tertular, hingga harus melawan panasnya baju hazmat sudah menjadi bagian dari keseharian kami. Saat proses menjemput pasien, waktu yang dibutuhkan kadang tidak tentu. Jika waktunya lama, di situlah ujian mental bagi tim evakuasi. Baju APD yang terpasang tentu menyiksa, namun hanya dengan cara itu potensi tertular menjadi sangat kecil,” jelasnya.

Baca Juga :   Ketua Paguyuban Kandangwesi Malah Terjerat Kasus Pemalsuan Gelar, Karena Ubah Garuda Pancasila

Seperti yang dikatakannya, menjadi bagian dari tim evakuasi yang bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19 tentu menimbulkan rasa cemas. Biasanya, kata Uca, rasa cemas itu bisa dilawan dengan berserah diri pada Tuhan. Sebelum melaksanakan tugasnya, Uca kerap berdoa agar tidak ada korban Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Garut. Sebab, dia tak ingin ada prosesi pemakaman, meski itu juga mungkin menjadi tugasnya nanti.

  • “Kita sudah berikhtiar semampu kita, menggunakan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, selebihnya kita serahkan pada Tuhan. Selama saya masih mampu untuk membantu orang, saya gunakan potensi saya untuk bantu mereka. Semua orang pasti bisa melakukannya,” pungkas Uca.

Terpisah, Wakil Bupati Garut yang juga Wakil Ketua III Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Garut, dr Helmi Budiman, sangat mengapresiasi tugas-tugas yang dilakukan para Srikandi PSC 119 Si Jeruk Tersebut. Ditengah pandemi Covid-19, imbuh Helmi, semua orang bisa menjalankan perannya masing-masing. Peran tersebut tidak memandang gender.

“Kita bisa terinspirasi oleh siapa saja. Pandemi ini butuh kerja sama semua orang, semua pihak. Covid-19 bisa dilawan dengan kebersamaan. Kami bangga memiliki para Srikandi yang mampu mengambil alih tugas rekan lainnya dengan membawa ambulance guna mengevakuasi pasien Covid-19 di daerah,” ujar Helmi Budiman.

Wakil Bupati menambahkan, saat ini Kabupaten Garut sedang memasuki fase puncak kurva epidemiologi. Berdasarkan analisa dan prediksi Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Covid-19, dalam beberapa pekan ke depan, jumlah pasien Covid-19 hasil tracking akan meningkat drastis, pungkasnya.

Sumber : hariangarutnews.com

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Kapolres Bersama Dandim 0611 Garut Pimpin Pemantauan PPKM di Tempat Hiburan Malam dan Cafe

Kam Jan 21 , 2021
 Kabar Garut – Kapolres bersma Dandim 0611 Garut, pimpin Kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tempat hiburan malam pada Selasa (19/01/2021) malam. Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 sampai dengan 22.00 WIB. Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono, SH SIK, M Si, didampingi oleh Dandim 0611 Garut Letkol CZI DR […]
error: Content is protected !!