28 Februari 2021

KABAR GARUT

Menyajikan Fakta dan Realita Seputar Garut

Wabub Garut Meninjau Langsung Bencana Longsor di Kecamatan Singajaya dan Kecamatan Banjarwangi

Kabar Garut – Wakil Bupati (Wabup) Helmi Budiman meninjau langsung lokasi bencana longsor di Kecamatan Singajaya dan Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Senin (11/1/2021) kemarin. Wabup melihat langsung kerusakan akibat longsor ini, mulai dari infrastruktur jalan, rumah, dan fasilitas ibadah.

“Masyarakat membutuhkan WC di sini. Kebetulan itu kan WC masjid yang roboh nanti kita masukan ke dalam musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) karena ini kan sebenarnya bisa kita tanggulangi nanti melalui musrenbang,” ujar dia.

Helmi menuturkan, pihaknya akan mengirim tim teknis untuk melihat secara detail kontur tanah di daerah yang terkena longsor ini.

“Saya minta ini dicermati, tanah ini masih bergerak, saya belum bisa menentukan ini harus bagaimana, jalan ini tanahnya masih bergerak. Saya akan kirim tim teknis untuk melihat secara detail kontur tanah di daerah ini,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kembali terjadinya longsoran, Helmi menyarankan agar menanam kembali tanaman di pinggir-pinggir jalan sebagai bentuk reboisasi, dan juga memperbesar jalan.

“Memang jalannya harus diperbesar karena kalau kecil itu getarannya. Untuk jangka panjang jalan ini memang harus diperbesar, tetapi tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Tukar Tanah Rp 200 Juta dengan Tanaman Hias, Cerita Warga Garut

Dalam kunjungan itu Helmi memberikan bantuan kepada korban bencana, sebagai bentuk meringankan beban warga yang terdampak longsor.

“Alhamdulillah pada kunjungan kali ini saya membawa sedikit bantuan untuk yang terkena bencana, mudah-mudahan bermanfaat,” ucapnya.

Menurut keterangan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Karangagung, Samsul Falah, longsor ini diakibatkan oleh hujan seras disertai angin pada hari Jum’at (8/1/2021).

“Jalan utama Desa Karangagung putus dikarenakan pergerakan tanah. Selain itu juga fasilitas peribadatan seperti masjid di desa ini ikut tertimbun,” terang dia.

Samsul menyampaikan, jalan desa ini memutus jarak hingga dua kilometer dari akses utama, yang menghubungkan Desa Karangagung dengan Desa Singajaya, bahkan akibatnya kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melewatinya. “Putusnya akses jalan utama sangat terganggu karena biaya transportasi bertambah dua kali lipat,” jelasnya.

Sumber : www.gosipgarut.id

Editor : Kabar Garut

Bagikan :
error: Content is protected !!