Total 109 Rumah Warga Terdampak, Longsor di Cipager Garut

Kabar Garut – Tanah longsor yang terjadi di Kampung Cipager, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat, berdampak bagi 109 rumah warga. Dari jumlah itu, sebanyak 6 rumah rusak berat. Sementara sisanya terancam rusak akibat longsor. Hal itu berdasarkan kajian awal yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Tubagus Agus Sofyan mengatakan, tim PVMBG sudah turun ke lapangan melakukan survei. Dari hasil kajian awal, memang ada 109 rumah yang terancam longsor susulan. “Enam rumah rusak, sisanya terancam karena jaraknya dari longsoran ada yang 0-15 meter sebanyak 38 rumah; 15-30 meter 16 rumah; jarak 30 – 50 meter 11 unit; dan jarak 50-60 meter ada 38 unit,” kata pria yang akrab disapa Tebe itu, Jumat (26/2/2021).

Selain itu, menurut Tebe, longsor di Kampung Cipager saat ini kondisinya masih tidak stabil dengan kelerengan tebing hampir vertikal. Kemudian, ditemukan pula retakan-retakan permukaan baru yang arahnya dari barat ke timur di sisi timur dan tenggara tebing longsoran. Menurut Tebe, PVMBG juga menemukan fenomena adanya pendangkalan air tanah. Hal ini diketahui dari sumur-sumur warga yang semula kedalamannya mencapai 20 hingga 27 meter, saat ini air naik menjadi 15 meter setelah longsor.

Baca Juga :   Meski Kasus COVID-19 Masih Tinggi, Bupati Garut Tetap 'Blusukan' Mengamankan Pilkades

“PVMBG juga mengingatkan bahaya longsor susulan di bagian timur dan tenggara lokasi longsoran, termasuk mengarah ke kantor desa,” kata dia. Selain menganalisis longsor dan potensi longsor susulan, menurut Tebe, PVMBG juga telah melakukan survei enam lokasi relokasi rumah warga. Untuk lokasi relokasi ini, menurut Tebe, masih harus dilakukan analisis setelah peninjauan lapangan.

Pemkab Garut sendiri telah menetapkan status tanggap darurat untuk bencana longsor di Kampung Cipager. Status tanggap darurat ini akan berakhir pada 28 Februari 2021. Namun, karena longsoran masih terus terjadi dan mengarah ke pemukiman, update data rumah terdampak terus dilakukan. “Sampai hari ini, ada 98 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 335 orang yang masih tinggal di pengungsian di Gedung SDN Karyamekar 2,” kata dia.

Artikel ini dimuat juga pada regional.kompas.com dengan judul “Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut, Cuti Bersama Tahun 2021 Dipotong

Sel Mar 2 , 2021
Kabar Garut – Cuti bersama 2021 resmi dipangkas oleh Pemerintah Indonesia hanya menjadi dua hari, yakni pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 12 Mei dan Hari Raya Natal pada 24 Desember. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Bambang Heri Susanto mengatakan bahwa wisatawan […]
error: Content is protected !!