Ternyata Ini Asal Muasal Kata Garut, Bupati Garut Ziarah Ke Makam Pendiri Garut

Kabar Garut – Menjelang Hari Jadi Garut (HJG) ke 208 yang jatuh pada 16 Februari, Bupati Garut Rudy Gunawan berziarah ke Makam RAA Adiwijaya di Pemakaman Cipeujeuh, Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota, Senin (15/02/2021).

RAA Adiwijaya diketahui adalah bupati pertama yang memerintah yang kala itu masih bernama Kabupaten Limbangan pada tahun 1813-1831 M .

“Ziarah ini merupakan penghormatan terhadap pendiri Garut, penghormatan kepada sesepuh Garut yang memimpin disaat masa-masa sulit,” kata Rudy Gunawan.

Rudy menjelaskan peringatan HJG tahun ini hanya akan melakukan bakti sosial dengan diawali upacara dan rapat paripurna DPRD.

“Kami hanya akan menggelar upacara dan paripurna DPRD, selanjutnya bakti sosial dan tidak boleh ada hiburan-hiburan,” ucapnya.

Nama Garut lahir dari kata “Kakarut” yang artinya tergores.

Saat itu Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok untuk Ibu Kota Kabupaten Limbangan.

Baca Juga :   Ketua Kwarcab Garut Tempati Sekretariat Baru, Apresiasi Giat Opsih Andalan dan DKC

Saat menemukan kawasan yang cocok untuk dijadikan ibu kota, seorang panitia yang sedang membabad semak berukar di telaga kecil tergores tangannya oleh tumbuhan berduri atau “Kakarut”.

Kakarut dalam pelafalan orang Belanda menjadi “Gagarut”.

Sejak saat itu para panitia menamai duri yang menggores itu dengan sebutan Ki Garut dan telaganya dinamakan Ci Garut.

Kemudian daerah tersebut terkenal dengan nama Garut, nama Garut tersebut kemudian direstui Bupatu Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten Limbangan.

Artikel ini dimuat juga pada jabar.tribunnews.com dengan judul “Bupati Garut Ziarah ke Makam Pendiri Garut, Ternyata Ini Asal Muasal Kata Garut”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Ditangkap Polisi Karena Pria ini Bayar PSK dengan Uang Palsu

Kam Feb 18 , 2021
Kabar Garut – Seorang pria inisial RH ditangkap Jajaran Reskrim Polsek Regol Kota Bandung atas dugaan penggunaan uang palsu. Uniknya, RH menggunakan uang palsu tersebut untuk membayar Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ia sewa lewat aplikasi kencan online. RH membayar PSK tersebut sebesar Rp400 ribu dengan uang palsu pecahan Rp50 […]
error: Content is protected !!