Ternyata Balon Kades yang Satu ini adalah Pengusaha Gula Semut Beromzet Rp63 Juta/Minggu

Kabar Garut – Banyak orang yang digadang-gadang akan mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cisewu secara serentak pada Juni 2021. Namun yang sudah menyatakan secara terbuka bahwa ia siap menjadi bakal calon (balon) Kades, adalah Cecep Supriadi, S.Pd.I, S.Pd, warga Kampung Kendal, Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Perusahaan gula semut milik pria yang sarat pengalaman dalam berbagai hal ini adalah CV. Aremut Mandiri, dilahirkan setelah Cecep mengikuti study banding tentang pengolahan gula aren ke Tomohon, Sulawesi Utara. Yaitu sebuah peristiwa yang paling berkesan dalam karier bisnis Cecep.

“Pada tahun 2012 saya diundang oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Garut untuk mngikuti study banding ke Tomohon, Sulawesi Utara, tentang pengelolaan gula semut. Selama study banding saya mendapatkan cukup banyak ilmu, sehingga sekembalinya dari sana langsung mempraktekan semua ilmu yang didapat. Setelah study banding, saya pun mendapatkan seperangkat alat produksi gula semut,” papar dia.

Cecep menjelaskan, tak hanya hasil study banding saja yang menginspirasi dirinya untuk terjun ke bisnis gula semut. Melainkan, pada dasarnya Cecep terinspirasi oleh keberhasilan ayahnya, Sodikin, yang juga terjun di pembuatan gula semut.

“Pada tahun 1994, ayah saya juga pernah mengikuti pelatihan pembuatan gula semut di kantor Kecamatan Cisewu. Pada waktu itu yang mengkoordinirnya adalah Bapak Rusmana (aparat Dinas Perkebunan) yang sekarang telah pensiun,” terang dia.

Cecep pun bercerita awal terjun pada bisnis gula semut. Di mana, ayahnya yang sudah lama terjun pada pembuatan gula semut, pada tahun 2010 kedatangan anggota dewan dari Fraksi PKS DPRD Garut. Saat itu anggota dewan menanyakan mata pencaharian Sodikin yang dijawab oleh Sodikin bahwa dirinya sejak dulu pun jadi pengrajin gula.

Baca Juga :   Nakes di Garut Kejang-kejang Lalu Pingsan, Disuntik Vaksin Covid-19

Mungkin karena tertarik dengan pekerjaan yang digeluti Sodikin, kemudian anggota dewan menawarkan bantuan permodalan untuk kelompok tani gula aren. Nah, tawaran itulah yang kemudian ditindaklanjuti oleh Cecep dengan menjalankan program yang diberikan anggota dewan tadi.

“Setelah melakukan study banding ke Tomohon, saya pun langsung memproduksi gula semut,” ucap Cecep.

Tentunya, terang dia, selama menjalankan bisnisnya, kegagalan demi kegagalan selalu dialami. Namun begitu, Cecep tidak pernah putus asa. Setelah mengalami perjalanan bisnis yang penuh liku, akhirnya ia bisa mendirikan perusahaan di bawah bendera CV Aremut Mandiri.

“Akte notarisnya dibuat pada bulan Maret 2020, dengan komisaris Cecep Supriadi (Cisewu, Garut), dan direkturnya Rani Suhanda (Cileunyi, Bandung). Kami pun mempekerjakan karyawan sebanyak 10 orang,” kata Cecep.

Ia mengaku omzet bisnisnya itu kini sudah mencapai 3 ton gula semut senilai Rp63 juta per minggu. Wilayah pemasarannya yang paling besar adalah Tangerang, karena di Tangerang perusahaan milik Cecep juga sebagai pemasok gula semut untuk CV Diva Maju Bersama.

Sumber : Gosip Garut

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Alami Sariawan Sebelum Menderita Kanker Lidah Pemuda Asal Pakenjeng Kabupaten Garut

Rab Jan 6 , 2021
Kabar Garut – Asep Rahayu (22) pemuda asal Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut yang menderita kanker lidah kini telah diberangkatkan untuk melakukan kemoterapi di RS Al Ihsan Bandung. Asep diberangkatkan oleh Puskesmas Sindangratu Pakenjeng menggunakan ambulans untuk pengobatan kanker lidah. “Berangkat subuh ke RS Al Ihsan untuk dilakukan kemoterapi,” kata Agus, […]
error: Content is protected !!