Sejumlah Rumah Rusak Berat, Pergerakan Tanah Kembali Terjadi di Singajaya

Kabar Garut – Pergerakan tanah kembali terjadi di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Selasa (02/02/2021). Sejumlah rumah milik warga dan fasilitas umum rusak berat.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cikadu, Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, sekira pukul 21:30 WIB.

“Ya benar, kejadiannya hari selasa jam 09:30 WIB, saat hujan deras” kata Danramil 1117 /Singajaya, Kapten Chb Khasanudin saat dimintai keterangan via telpon, Kamis (4/2/2021).

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun beberapa bangunan milik warga dan bangunan desa rusak. “Fasilitas umum milik kantor desa rusak di antaranya GOR dan sekolah rusak parah,” ujar Khasanudin.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan pihaknya pada Kamis (4/2/2021) tengah melakukan assesment ke lokasi kejadian.

Baca Juga :   Pemerintah Garut di Minta Turun Tangan Karena Pemburu Babi Sering Jumpai Macan Tutul

“Hari ini kami melakukan assesment ke lokasi kejadian, mengevakuasi warga yang terdampak ke tempat aman (saudaranya), lalu berkordinasi dengan dinas terkait untuk mendapatkan bantuan tanggap darurat,” kata dia.

BPBD merilis data kerusakan akibat pergeseran tanah tersebut yakni dua unit rumah warga rusak dengan empat unit rumah warga yang terancam, kantor desa dan fasilitas umum milik desa seperti GOR rusak, gedung Bumdes terancam, sekolah Madrasah Tsanawiyah Husna rusak dan Paud Darul Ulum terancam.

“Kebutuhan pengungsi yang mendesak yaitu sandang pangan dan papan,” ujar Tubagus

Artikel ini dimuat juga pada www.gosipgarut.id dengan judul ” Pergerakan Tanah Kembali Terjadi di Singajaya, Sejumlah Rumah Rusak Berat

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Warga Kota Garut yang Berkecukupan Hanya 6 Ribu Keluarga saja

Jum Feb 5 , 2021
Kabar Garut – Warga Kecamatan Garut Kota, kabupaten Garut, Jawa Barat sebanyak 48 ribu keluarga, ternyata yang masuk katagori berkecukupan hanya 6.000 keluarga saja. Selebihnya, yaitu 42 ribu keluarga masuk dalam katagori keluarga miskin. Hal itu disampaikan Camat Garut Kota, Teten Sundara, Selasa (2/2) dihadapan Bupati Garut, Rudy Gunawan dan […]
error: Content is protected !!