Sejarah Sebutan Garut ‘Kota Intan’, Dari Pujian Belanda Hingga Restu Soekarno

kabargarut.com – Pada umumnya setiap daerah memiliki ciri khas yang menjadi daya tarik Kota tersebut.

Keanekaragaman budaya nusantara, kondisi geografis, budaya masyarakat menjadi salah satunya.

Pada abad ke-20 lalu, Garut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling favorit. Bukan hanya wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan dari mancanega, bahkan pada saati itu sudah terdapat banyak motel-motel serta adanya pengelolala pariwisata yang cukup.

Keindahan Kota Garut ini diabadikan oleh Herman Berjamins dan Johannes Snelleman dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie (Ensiklopedoa Hindia-Belanda) yang terbit pada tahun 1917 lalu.

Sebagai destinasi terkenal pada masanya, muncul julukan Mooi Garoet atau Garoet Mooi sebagai ungkapan kekaguman dari bahasa Belanda.

Mooi Garoet yang artinya Garut Elok atau Garut Endah. Sebuah pujian klasik terhadap ke asrian tanah yang dijajahi oleh Belanda.

Baca Juga :   176 KPM di Desa Citangtu Pangatikan Garut Terima Kartu BPNT Perluasan Baru dan Peralihan

Pada tanggal 8 Desember 1960, Soekarno, Presiden Indonesia waktu itu berkunjung ke Garut.

Pada kedatangan tersebut, Soekarno merestui julukan Kota Garut sebagai “Kota Intan”. Julukan kota intan bukan dimaksud Garut sebagai penghasil intan.

Pada saat itu pantulan cahaya lampu kota membuat sungai Cimanuk gemerlap pada malam hari, layaknya butiran intan.

Bupati Garut kala itu adalah Gahara berhasil menjaga kebersihan kota, sehingga Garut menjadi salah satu kota yang sangat bersih dan asri.

Bahkan termasuk salah satu kota yang paling bersih di Indonesia.

Hal ini membuat masyarakat Garut pada zaman dulu sering melakukan kerja bakti tanpa harus diberikan arahan dari Bupati.

Kota Garut dijuluki sebagai Kota Intan dapat diartikan sebagai Kota Indah, tertib, aman, dan nyaman.***

Artikel ini sebelumnya tayang di :
https://jurnalgarut.pikiran-rakyat.com/berita-garut/pr-332006465/pernah-bertanya-tanya-kenapa-garut-disebut-kota-intan-inilah-asal-usul-tersebut

Bagikan :

Next Post

RSUD Dr. Slamet Alihfungsikan Ruang Rawat Umum Jadi Ruang Isolasi Covid-19

Sen Jun 14 , 2021
kabargarut.com — Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut sejak Lebaran membuat tingkat keterisian RSUD dr Slamet meningkat tajam. Per Ahad (13/6), bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut telah mencapai 80 persen. Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr Slamet, Zaini Abdillah mengatakan, kasus Covid-19 […]
error: Content is protected !!