Rumah dan Bangunan Ambruk, Dikarenakan Adanya Pergerakan Tanah di Girimukti Garut

Kabar Garut – Sejumlah rumah dan bangunan di Kp. Cikadu RT 03 RW 03, Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (9/2) retak dan ambruk.

Tizar pendamping lokal desa (PLD) Singajaya, menuturkan, kejadian tanah retak awalnya saat hujan pada awal bulan Februari 2021.

“Awalnya terlihat retak, dan belum menimbulkan dampak, namun saat ini, retakan tersebut memanjang swkitar 100 meter, bahkan sepanjang 50 meter amblasnya mencapai kedalaman 1, 5 meter,” terangnya, saat di hubungi melalui sambungan telepon, Selasa (9/2/2021).

Menurutnya, lokasi bencana tanah retak sudah dikunjungi pihak pemerintah dan sejumlah anggota DPRD Garut.

“Ada 7 rumah warga yang ambruk, Sekolah Madrasyah, PAUD, bahkan Kantor Desa Girimukti juga terdampak tidak bisa ditempati, sementara untuk urusan pelayanan menempati bangunan milik warga eks warung dekat Kantor Desa,” terangnya.

Baca Juga :   Kepala Dishub Garut Gelar Syukuran Peringatan Hari Pers Nasional dengan Para Awak Media Garut

Tizar menyebut, berdasarkan catatan dari pemerintah desa Girimukti, seluruhnya ada 21 rumah warga terdampak, 7 diantaranya ambruk.

Artikel ini dimuat juga pada www.porosgarut.com dengan judul “Video Tanah Bergerak di Girimukti Garut, Rumah dan Bangunan Ambruk”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Pemerintah Kabupaten Garut berlakukan PPKM mikro cegah COVID-19

Rab Feb 10 , 2021
Kabar Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi PPKM mikro untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 yang saat ini masih terus terjadi di Garut. “Jadi PPKM sampai hari ini (Senin) kita lakukan mikro, mikro di tingkat desa,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan di […]
error: Content is protected !!