Ruang Isolasi di Garut Mulai Kolaps, Pasien Covid-19 Terus Bertambah

Kabar Garut – Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai kewalahan menghadapi pandemi Covid-19. Rata-rata penambahan jumlah pasien Covid-19 di wilayah itu selalu di atas 100 orang setiap hari, hal itu menyebabkan ketersediaan ruang isolasi makin berkurang.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, ketersediaan jumlah ruang yang tersedia tidak sebanding dengan meroketnya pasien terjangkit Covid-19.

“Sekarang kami alami kesulitan karena terjadi outbreak setiap harinya bisa sampai di atas 100,” ujarnya, Senin (21/12/2020).

Pengamat Sebut Aturan Pemerintah soal Pengendalian Covid-19 Saling Bertabrakan. Penambahan pasien Covid-19 di Garut ini terbilang signifikan, rata-rata tiap hari tak kurang dari 85 pasien baru Covid-19 datang, sehingga mengancam ketersediaan ruangan isolasi.

Menurutnya, upaya pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) terus dilakukan. Bahkan keberadaan satgas relawan Covid-19 tingkat RW-RT di tingkat desa, sudah bekerja maksimal mensosialisasikan protokol kesehatan.

Namun upaya menurunkan penyebaran Covid-19 tidaklah mudah, selain sebaran wilayah Garut yang terbilang luas, juga ketersediaan ruangan isolasi tidak sebanding dengan peningkatan pasien.

“Kami mulai kekurangan ruang isolasi, saat ini baru ada 600 ruangan, tapi yang dibutuhkan mencapai 1.000,” ujarnya.

Baca Juga :   Outbreak penambahan kasus COVID-19 Dikhawatirkan Terjadi, Ungkap Wabub Garut

Ihwal perayaan tahun baru, Pemda Garut telah membuat edaran larangan adanya kerumuman massa saat berlangsungnya pergantian tahun.

Kondisi itu berlaku juga di kawasan wisata, dengan penerapan ketat gabungan aparat tim pencegahan penyebaran Covid-19 di beberapa pusat kawasan objek wisata seperti di Cipanas, Papandayan, dan Darajat.

“Wisatawan boleh datang, cuma prokesnya diperketat,” katanya.

Meskipun tidak memberlakukan wajib rapid test bagi wisatawan. Namun Rudy meminta sejumlah hotel untuk memberlakukan rapid test bagi tamu yang datang.

“Tak boleh ada kegiatan yang banyak kerumunan, pasti akan dibubarkan,” ujarnya.

Terkait kasus Covid-19 di klaster pabrik, Rudy menyebut telah melakukan sterilisasi. Pihak pabrik juga akan libur selama tujuh hari.

sementara itu, data terbaru kasus Covid-19 di Garut mencatat, kasus akumulasi sebanyak 3.355. Dari jumlah itu, sekitar 1.394 kasus isolasi dan perawatan di rumah sakit, 1.875 kasus sembuh, dan 86 Kasus meninggal dunia.

Sumber : Liputan6

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Garut Tak Terapkan Pemeriksaan Surat Keterangan Rapid Test, Hadapi Libur Nataru

Rab Des 23 , 2020
Kabar Garut – Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang menjadi daerah tujuan wisata. Dengan demikian, pada libur Natal dan tahun baru (Nataru) nanti, Garut diprediksi akan banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Namun demikian, Pemkab Garut tak akan menerapkan keharusan bagi setiap wisatawan yang datang […]
error: Content is protected !!