Ponpes Garut Memproduksi Kopi Khas Garut Untuk Kebutuhan Komersial

Kabar Garut – Berawal dari keperluan konsumsi, Pondok pesantren (Ponpes) Najahan dI Kampung Sipon, Desa Bayongbong Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini memproduksi kopi khas Garut untuk kebutuhan komersial. Hasil dari usaha Kopi Garut dipergunakan untuk menghidupi kegiatan dan operasional Ponpes.

Pemilik Kopi Najahan, Ustad Usep Hilman, mengatakan bahwa berawal dari kegemaran meminum kopi, Ponpes Najahan kemudian menjadikan bisnis kopi sebagai andalan untuk pondok pesantren. Kini usaha Kopi Garut sudah melalang buana hingga ke sejumlah provinsi di Indonesia.

“Dulu kami membeli kopi dari kedai-kedai kopi, lalu mencoba membuat sendiri untuk keperluan sendiri dan lama-lama jadi bisnis yang menjanjikan,” ujarnya, Minggu 3 Januari 2021.

Dari 15 varian kopi yang ada, Ponpes Najahan, sudah mampu mengolah empat varian kopi yang dikemas dalam berbagai kemasan. Sedikitnya lima ton kopi dalam dua bulan berhasil diolah dengan melibatkan sekitar 40 santri dalam kegiatan produksi kemasan kopi khas Garut.

Baca Juga :   Sebelum Habisi Gadis Garut, Pelaku Sempat Curi Celengan

“Kemasan cup gelas ini yang sedang kami kembangkan, karena kemasan dalam cup gelas ini banyak diburu para penikmat kopi,” kata Ustad Usep.

Ustad Usep melanjutkan bahwa empat varian kopi tersebut antara lain, Kopi Arabika Reguler, Kopi Lanang Arabika, Kopi Kuning Arabika dan Kopi Susu Robusta. Sementara Kopi Natural Drip Filter, masih dalam tahap uji coba yang dibuat dalam kemasan saset kopi.

“Jadi seluruh kegiatan produksi kopi, kami lakukan seluruhnya di lingkungan Ponpes Najahan,” katanya.

Sumber : Viva.co.id

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Tahap Awal untuk Tenaga Kesehatan, Garut Ajukan 6.563 Dosis Vaksin Covid-19

Sel Jan 5 , 2021
 Distribusi vaksin tahap pertama di Jabar akan diterima Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada 5 Januari. Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mengajukan 6.563 dosis vaksin Covid-19. Sekretaris Dinkes Garut, dr Leli Yuliani, mengatakan, di tahap awal vaksinasi, tenaga kesehatan akan menjadi yang pertama diberikan vaksin. “Kami ajukan untuk semua tenaga kesehatan […]
error: Content is protected !!