Polres Garut Turun Tangan, Geger Kabar 5 ABK Dibunuh di Tengah Laut

Kabar Garut – Beredar sejumlah video kesaksian seorang anak buah kapal (ABK) yang mengaku sejumlah temannya dibunuh di tengah laut. Polres Garut turun tangan lantaran korban ditemukan di wilayah hukumnya. Pada Selasa (29/12/2020) malam, warga Garut dihebohkan dengan munculnya sejumlah video bertopik lima orang ABK dibunuh di tengah laut.

Berdasarkan penelusuran detikcom, setidaknya ada tiga video amatir yang beredar terkait hal tersebut. Di video pertama berdurasi 2 menit 58 detik menampilkan kesaksian seorang ABK mengaku bernama Nelson.

Nelson bersaksi dia dan lima orang temannya menjadi korban pembunuhan yang terjadi di tengah laut oleh seseorang. “Dari Sulawesi lorang lima. Ditikam, dilempar. Ditikam langsung sorong ke air,” kata Nelson dalam video tersebut.

Sementara video lainnya berdurasi 1 menit 54 detik menampilkan suasana warga di pesisir pantai selatan Garut tengah mengevakuasi sebuah kapal nelayan ke pesisir pantai. Dalam video tersebut, terdengar suara perekam video yang mengaku sedang mengamankan barang bukti. “Ini lagi mengamankan dulu barang buktinya,” ucap pria tersebut.

Baca Juga :   Bantah Ada Pungutan dari DPP, DPC Demokrat Garut Dukung AHY

Selain itu, terdengar juga percakapan antarwarga yang tengah mengevakuasi kapal tersebut. Ada juga teriakan warga ke seseorang yang ada di atas kapal tersebut.

“Woy kadieu…urang turun ka dieu (woy ke sini, kamu turun ke sini),” suara dalam video.

“Beunangkeun jelemana heula padahal mah. Keun iyeu mah. Urang udag jelemana bakal linglungeun (Padahal kita tangkap dulu orangnya. Ini biarkan saja dulu. Kejar dulu orangnya bakal kebingungan),” ucap pria di video tersebut.

Peristiwa dalam video tersebut belakangan diketahui terjadi di Pantai Sancang, Kecamatan Cibalong, Garut. Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono membenarkan kejadian tersebut. Adi belum menjelaskan secara detail kronologi pembunuhan terhadap lima orang ABK itu.

Sumber : Detiknews

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Mister Sutarman ke Polisi yang Belum Lengkap

Rab Des 30 , 2020
Kabar Garut – Jaksa mengembalikan berkas perkara kasus dugaan penipuan dan gelar palsu yang dilakukan Mister Sutarman, pimpinan Paguyuban Tunggul Rahayu yang bikin geger lantaran mengubah lambang Pancasila ke polisi. Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng Hariadi mengatakan, berkas perkara Mister Sutarman dikembalikan jaksa karena ada beberapa hal yang belum lengkap. […]
error: Content is protected !!