Permainan Tradisional Egrang

Kabar Garut – Indonesia memiliki beragam budaya dari Sabang sampai Merauke. Olahraga tradisional di Indonesia juga sangat banyak dan beragam. Bahkan ada Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional yang diadakan dua tahun sekali.

Sayangnya olahraga tradisional Indonesia kalah pamor dan semakin ditinggalkan generasi muda seiring perkembangan zaman dan era modern.

Generasi milenial kini lebih menyukai permainan video game atau eSports. Demam eSports telah melanda berbagai kota di Indonesia.

Di tengah gempuran olahraga modern seperti eSports, pengenalan terhadap olahraga tradisional Indonesia juga mulai digalakkan lagi. Salah satunya oleh perusahaan jam tangan asal Swiss, Oris.

Olahraga tradisional yang diperkenalkan adalah Egrang. Egrang atau Engrang merupakan olahraga tradisional dengan menggunakan tongkat panjang yang terbuat dari bambu di mana seseorang bisa berdiri di atasnya, kemudian berjalan dalam jarak atau waktu tertentu.

Bambu yang dipakai sebagai pijakan adalah bambu yang memiliki ukuran panjang 2,75 meter dan memiliki diameter antar 6-9 cm. Pada ukuran 50 cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata.

Baca Juga :   Wabup Garut Berikan 'Bekal' Kepada Atlet eSport Jelang Piala Gubernur Dan Seleksi PON Papua

Egrang termasuk salah satu cabang olahraga tradisional yang diperlombakan pada Pekan Olahraga Tradisional tingkat Nasional (Potradnas).

Selain egrang, Oris juga turut memperkenalkan dua permainan tradisional Indonesia lainnya di kepada generasi milenial yakni Jungkat-Jungkit dan gasing.

“Kami memilih mempromosikan olahraga tradisional dengan bambu di CFD ini. Tujuannya karena kami ingin mengenalkan kearifan lokal. Indonesia kan terkenal dengan bambu. Bambu bisa dimanfaatkan untuk apa saja termasuk juga olahraga,” kata Kasih Rama, Head of Brand Activation Timeconcept, distributor Oris di Indonesia.

Memperkenalkan permainan tradisional yang menggunakan bambu sejalan dengan kampanye Oris juga melakukan kampanye peduli lingkungan di Car Free Day. Bekerjasama dengan Yayasan Himpala Indonesia, Oris mengadakan penukaran sedotan plastik dengan sedotan bambu.

Sumber : Liputan6

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Pergerakan tanah mengancam penduduk di selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Rab Des 23 , 2020
Kabar Garut – Pergerakan tanah mengancam penduduk di selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tercatat ada 18 rumah warga Cikelet yang rusak akibat bencana tersebut. Peristiwa tersebut berlangsung seminggu terakhir. “Ada pergerakan tanah di selatan, sudah ditangani BPBD dan Dinas Sosial,” ucap Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Selasa (22/12/2020). Pergerakan tanah […]
error: Content is protected !!