28 Februari 2021

KABAR GARUT

Menyajikan Fakta dan Realita Seputar Garut

Pengunjung Perpusda Garut Berkurang 10 Ribu Orang Selama Pandemi Covid-19

Kabar Garut – Selama masa pandemi Covid-19 di tahun 2020, jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Garut berkurang hingga 60% persen lebih atau sekitar 10 ribu orang, dibandingkan tahun sebelumnya (2019).

“Kita ketahui bersama bahwa dampak dari pandemi Covid-19 menerpa juga perpustakaan daerah yang melayani masyarakat umum, yaitu di antaranya pengunjung berkurang. Selama ini pengunjung itu setahun (bisa mencapai) sekitar 30 ribu (pengunjung). Namun selama pandemi Covid-19 sampai Desember ini hanya 10 ribu,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Garut, Lisnawati, Selasa (5/1/2020).

Ia menuturkan, selama pandemi Covid-19, pihaknya menutup sementara Perpusda untuk mengurangi kerumunan orang dan guna menekan penyebaran Covid-19.

“Jadi kami mengutamakan pelayanan kepada masyarakat itu yang memerlukan buku yang penting. Seperti untuk mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, yang penelitian itu lebih diutamakan. Kalau untuk yang membaca di tempat, kami tidak melayani karena menimbulkan kerumunan. Karena ke perpustakaan itu biasanya berkerumun jadi pinginnya ngobrol,” ujar Lisnawati.

Baca Juga :   Ketua Kwarcab Garut Tempati Sekretariat Baru, Apresiasi Giat Opsih Andalan dan DKC

Ia menyampaikan, kedepan pihaknya akan mencoba untuk membuka perpustakaan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Ke depan mungkin kami berencana untuk membuka (perpustakaan), tetapi dibatasi pengunjung. Misalnya, biasa 200 per hari, kami mungkin 50 atau 20 sampai 50 orang per harinya, juga mungkin dengan protokol kesehatan. (contohnya) Harus pakai masker, cuci tangan dulu, terus waktunya juga mungkin kami batasi tidak lama, jadi tidak berlama-lama,” tutur Lisnawati.

Menurut dia, banyak masyarakat yang bertanya terkait kapan dibuka kembali Perpusda, namun pihaknya merasa takut dengan dibukanya Perpusda menimbulkan kluster baru Covid-19.

“Banyak masyarakat yang menanyakan, kapan buka, kapan kembali. (namun) Kami takut masyarakat nanti ada kluter-kluster baru lagi nanti di perpustakaan. Jadi untuk mencegah itu, kami hati-hati sekali dalam nanti kalau akan membuka lagi perpustakaan ini,” ujar Lisnawati.

Sumber : Gosip Garut

Editor : Kabar Garut

Bagikan :
error: Content is protected !!