1 Maret 2021

KABAR GARUT

Menyajikan Fakta dan Realita Seputar Garut

Pemkab Perketat Pengawasan di Sejumlah Tempat, Lonjakan Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Garut

Kabar Garut – Hingga saat ini kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Garut masih saja tinggi. Pemkab Garut pun kian memperketat pengawasan yang diharapkan bisa menekan angka kasus positif Covid-19 serta memutus rantai penyebarannya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebutkan pengetatan pengawasan juga dilakukan kaitan dengan libur Natal dan tahun baru (Nataru). Untuk mencegah kerumunan massa, pihaknya pun telah mengeluarkan sejumlah aturan, salah satunya penutupan fasiltas umum Alun-alun Garut atau Lapang Otista dan Sarana Olah Raga (SOR) Gelora Merdeka atau Lapang Kerkhof.

Bupati mengatakan, pada libur Nataru kali ini dipastikan tak akan begitu banyak wisatawan dari luar yang datang ke Garut. Hal ini menyusul adanya pengetatan juga yang dilalukan di hampir seluruh daerah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Libur Nataru kali ini dari luar kan gak akan banyak yang datang ke sini sehingga objek wisata pun tak akan terlalu padat. Namun demikian kita tetap laksanakan pengawasan ketat mengingat saat ini kasus Covid-19 masih saja tinggi,” ujar Rudy seusai memimpin apel gabungan di lapang apel Setda Garut, Senin 28 Desember 2020.

Disampaikannya, pada malam tahun baru pihaknya tetap melarang adanya perayaan yang sifatnya mengundang kerumunan massa baik yang dilakukan pengelola hotel atau objek wisata maupun yang lainnya. Dengan alasan itulah, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara Alun-alun Garut dan Lapang Kerkhof yang selama ini sering digunakan tempat berkumpul untuk merayakan malam tahun baru.

Rudy menambahkan, Pemkab Garut arut juga menyiapkan rapid antigen dengan sasaran secara acak. Ada sekitar 5 ribuan alat tes yang disiapkan dan rencananya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga akan segera mengirimkan alat tes ke Garut yang akan digunakan untuk beberapa hal yang berhubungan dengan klaster-klaster baru yang muncul di Garut.

Baca Juga :   Ruang Isolasi di Garut Mulai Kolaps, Pasien Covid-19 Terus Bertambah

Sementara itu berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Garut, hingga Minggu 27 Desember 2020, di Garut masih ada 1.447 pasien Covid-19 yang masih menjalani isolasi dan mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit. Jumlah total terkonfirmasi positif di Garut sendiri sudah mencapai 3.681 kasus yang tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Garut.

“Dari 3.681 kasus konfirmasi positif, 1.447 di antaranya masih menjalani isolasi dan perawatan di rumah skit. Sedangkan 2.138 kasus sembuh dan 96 kasus meninggal dunia,” kata Humas GTPP Covid-19 Garut, Yeni Yunita.

Menurutnya, sejak beberapa hari ke belakang, di Garut masih ditemukan kasus positif Covid-19 dengan angka cukup tinggi. Yang paling banyak terjadi saat ini berasal dari klaster keluarga dan klaster perkantoran.

Lebih jauh Yeni menerangkan, ancaman penularan virus Covid-19 dari klaster keluarga saat ini semakin meningkat. Klaster keluarga ini merupakan penularan virus dari salah satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya.

“Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri. Upaya pencegahan penularan virus dari klaster keluarga bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta kelola stres,” ucap Yeni.

Sumber : Pikiran Rakyat

Editor : Kabar Garut

Bagikan :
error: Content is protected !!