Pada Pemakaman Nakes RSUD dr Slamet yang Terpapar Covid-19 Terjadi Kerumunan Massa

Kabar Garut – Tenaga kesehatan RSUD dr Slamet, Sofwan Ambari, Jumat (4/5/2021) sore meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Sofwan merupakan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai perawat di ruang Ruby RSUD dr Slamet Garut.

Ruang Ruby sendiri adalah ruang pelayanan rawat inap bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit biasa. Tidak disebutkan dari kluster mana perawat ini terpapar Covid-19.

Pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) bagi jenazah yang meninggal karena terpapar Covid-19, mulai dari pemulasaraan di rumah sakit yang dimasukkan ke dalam peti, hingga sepanjang peti jenazah yang dilewati di lorong rumah sakit disemprot langsung oleh desinfektan.

Begitu juga ketika jenazah datang ke lokasi pemakaman, diikuti dengan penyemprotan disinfektan.

Namun pemandangan berbeda terjadi ketika jenazah dikuburkan di lokasi kebun tempat domisili dari tenaga kesehatan yang meninggal, yaitu di Desa Pasanggrahan Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Di tempat penguburan itu banyak sekali massa yang hadir.

Baca Juga :   Polres Garut Sita 12 Gram Sabu, Ringkus Dua Pengedar

Jika biasanya jenazah yang meninggal karena Covid-19 warga hanya menyaksikannya dari jauh, namun kali ini banyak warga, keluarga, dan rekan sejawat yang mengerubungi makam tersebut.

Bahkan tampak hadir anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PKS, Karnoto yang juga ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Garut. Walaupun semuanya menggunakan masker, namun puluhan warga tampak berkerumun di sekitar makam tersebut.

Salah seorang tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya menyesalkan hal ini.

“Entah kenapa di makam jenazah yang terpapar Covid-19 kok bisa massa berkerumun seperti ini, dalam jumlah yang mencapai puluhan orang. Malah juga dihadiri oleh anggota DPRD yang juga ketua PPNI,” sesalnya.

Artikel ini dimuat juga pada www.gosipgarut.id dengan judul “Kerumunan Massa pada Pemakaman Nakes RSUD dr Slamet yang Terpapar Covid-19”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Garut Termasuk Paling Banyak, 500 Desa di Jawa Barat Rawan Bencana

Sel Feb 9 , 2021
Kabar Garut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebut, sekitar 500 desa dari total 5.000 lebih desa di Jabar masuk dalam kategori rawan bencana tinggi, khususnya bencana hidrometeorologis. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jabar, Dani Ramdan menerangkan, ke-500 desa yang berkategori sangat rawan bencana yang dipengaruhi cuaca tersebut tersebar di […]
error: Content is protected !!