Meski Pandemi, Wabup Garut Ingin Warganya Tetap Produktif

kabargarut.com, GARUT — Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan agar warga Kabupaten Garut, Jawa Barat tetap produktif melakukan kegiatan ekonominya meski saat ini masih pandemi COVID-19 dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah tersebut.

Kondisi pandemi yang masih mengancam kesehatan masyarakat itu, bukan berarti harus diam tetapi harus produktif melakukan sesuatu yang bermanfaat di tengah pandemi. “Kegiatan ekonomi tetap berjalan agar ekonomi tidak sama sekali berhenti, masih bisa berjalan,” kata Helmi Budiman di Garut, Kamis (10/6).

Wabah COVID-19 masih terjadi di Kabupaten Garut, bahkan selama beberapa hari ke belakang angka terkonfirmasi positif COVID-19 kembali terjadi penambahan yang cukup banyak. Meski begitu, Kabupaten Garut masih dinyatakan zona oranye penyebaran COVID-19 artinya belum zona merah sehingga aktivitas masyarakat masih diperbolehkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga :   Detik-detik Pacar Cekik Gadis Garut dan Tancapkan Bambu

“Zona oranye, ada kegiatan tapi tetap kita batasi 25 persen,” katanya.

Seperti kaum ibu-ibu bisa melakukan kegiatan usaha kuliner di rumahnya, maupun membuka usaha lainnya yang pemasarannya secara daring. “Ya bukan berarti di rumah tidak produktif, kan sekarang ibu-ibu lebih ke kuliner, dengan cara online ibu-ibu bisa lebih eksis,” katanya.

Kegiatan yang sifatnya krusial seperti penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, termasuk pelayanan rumah sakit di puskesmas maupun rumah sakit tetap berjalan. “Bagaimana untuk kebutuhan pokok ini masih tetap berjalan,” katanya.

Artikel ini telah tayang di :
https://www.antaranews.com/berita/2204358/wabup-garut-warga-harus-tetap-produktif-di-tengah-pandemi

Bagikan :

Next Post

Takut Menimbulkan Kegaduhan di Sekitar, Seorang Pasien COVID-19 Diantar Petugas Dengan Sepeda Motor

Jum Jun 11 , 2021
kabargarut.com, GARUT — Seorang pasien Covid-19 di Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, diantar petugas menggunakan sepeda motor untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya pada Rabu (9/6). Alasannya, pasien menolak diantar menggunakan ambulans lantaran takut timbul kegaduhan di lingkungan sekitarnya. Kepala Desa Cisewu, Udan Rukmana mengatakan, peristiwa itu terjadi pada […]
error: Content is protected !!