Mantan Kadispora Garut dan Anak Buahnya Dituntut 6 Tahun Penjara Atas Dugaan Korupsi SOR Ciateul

Kabar Garut – Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Garut, Kuswendi, dituntut hukuman 6 tahun penjara.

Tuntutan tersebut disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut dalam persidangan kasus dugaan korupsi pembangunan sarana olah raga (SOR) Ciateul di Pengadilan Tinggi Bandung.

“Dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan kemarin, JPU menuntut terdakwa atas nama Kuswendi, mantan Kadispora Garut dengan penjara selama 6 tahun,” ujar Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi, Selasa, 20 April 2021.

Dikatakannya, persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan JPU itu digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pada Senin, 19 April 2021.

Selain tuntutan 6 tahun penjara, Kuswendi juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider kurungan 4 bulan penjara.

Disebutkan Sugeng, terdakwa lainnya dalam kasus yang sama, Yana Kuswandi yang tak lain anak buah Kuswendi saat menjabat Kadispora, juga dituntut 6 tahun penjara oleh JPU.

Hanya bedanya, tuntutan terhadap Yana dibacakan JPU dalam persidangan sebelumnya yang dilaksanakan pekan lalu.

Sugeng mengungkapkan, kedua terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

Atas perbuatan kedua terdakwa, negara berpotensi mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar dari total anggaran pembangunan SOR sebesar Rp6,7 miliar.

Baca Juga :   Menjelang Nataru Satuan Pelaksana Terminal Guntur melati Mendirikan Posko Nataru

“Perbuatan kedua terdakwa berpotensi menimbulkan kerugian uang negara sebesar Rp1 miliar sehingga keduanya dikenakan pasal 2 Undang-undang Tipikor,” katanya.

Masih menurut Sugeng, sebelumnya pihaknya melakukan penahanan terhadap Kuswendi dan Yana yang saat itu masih menjabat sebagai Kadispora dan Kabid Sarana dan Prasarana yang juga bertindak sebagai KPA (kuasa pengguna anggaran) di Dispora Garut pada Kamis, 9 Juli 2020 lalu.

Penahanan dilakukan menyusul pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi pembangunan SOR Ciateul tahap dua dari pihak Polres Garut yang melibatkan kedua terdakwa.

Menurut Sugeng, dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kuswendi dan Yana adalah dengan modus tidak mengerjakan proyek sesuai spesifikasi.

Akibatnya, timbul kerugian uang negara sebesar Rp1 miliar.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, pasca dilakukan penahanan oleh Kejari Garut, Kuswendi dan Yana sempat menghirup udara bebas setelah permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan majelis hakim.

Namun selang beberapa hari setelah menghirup udara bebas, pihak Kejari Garut kembali menahan Kuswendi atas kasus lain yakni kasus pembangunan bumi perkemahan (Buper) yang juga dianggap melanggar aturan.

Artikel Ini Telah Tayang Juga di pikiran-rakyat.com dengan Judul: Perkara Korupsi SOR Ciateul, Mantan Kadispora Garut dan Anak Buahnya Dituntut 6 Tahun Penjara

Editor: Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Polisi Sekat 12 Titik Akses Garut, Warga Dilarang Mudik!

Rab Apr 21 , 2021
Kabar Garut – Polisi menyiapkan belasan titik penyekatan pemudik di Kabupaten Garut. Titik penyekatan berada di sejumlah akses Garut yang menjadi pusat lalu-lalang pemudik setiap tahunnya. Kasat Lantas Polres Garut AKP Karyaman mengatakan ada 12 pos penyekatan yang disiapkan oleh pihaknya sejauh ini. “Untuk penyekatan yang utama ada empat. Tapi […]
error: Content is protected !!