Madrasah di Garut yang Tertabrak Truk Akan Direlokasi

Kabar Garut – Gedung madrasah yang tertabrak truk pengangkut batu bata di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akan secepatnya direlokasi.

Langkah pemindahan gedung madrasah ke tempat yang lebih aman itu untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di jalan desa tepatnya di kawasan Karangpawitan.

“Tidak akan dibangun lagi karena rawan, akan direlokasi,” kata Camat Karangpawitan Saefurohman, Selasa 6 April 2021.

Saefurohman menuturkan bangunan madrasah Yayasan Nurul Barokah di Sindanggalih, Kecamatan Karangpawitan, yang tertabrak truk berlokasi di pinggir jalan tikungan yang dinilai rawan terjadi kecelakaan.

Upaya mencegah kejadian serupa yaitu kecelakaan truk menabrak bangunan itu, kata Saefurohman, maka tanahnya harus dikosongkan atau dijadikan lapangan.

“Madrasah yang sekarang dipakai dijadikan lapangan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Camat Karangpawitan itu menyampaikan truk yang menabrak bangunan madrasah dan menyebabkan 3 orang tewas dan luka-luka itu sudah dievakuasi oleh petugas dan langsung dibawa ke Polres Garut.

Sejumlah warga dan petugas gabungan dari beberapa instansi, kata Saefurohman, sudah membersihkan material bangunan.

Bahkan, lanjut dia, ada juga yang memberikan bantuan untuk korban kecelakaan tersebut.

Baca Juga :   Menjelang Ramadhan, Satbinmas Polres Garut Bersama Sahabat Polisi Gencar Himbauan Prokes dan Kamtibmas di Pasar Tradisional

“Sekarang tempatnya sudah dibersihkan secara bahu membahu, alhamdulillah bantuan-bantuan juga datang untuk membantu korban,” katanya.

Saefurohman menyampaikan, selain merelokasi bangunan madrasah, Dinas Perhubungan Kabupaten Garut rencananya akan memasang rambu-rambu lalu lintas.

Tujuannya, untuk pemberitahuan agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melewati jalan tersebut.

Jalan kampung itu, tambah Saefurohman, sering dilewati banyak kendaraan termasuk truk karena di daerah itu ada pabrik batu bata.

“Nanti akan dipasang rambu-rambu juga untuk pengguna jalan agar hati-hati,” kata Camat Karangpawitan itu.

Sebelumnya, truk bermuatan batu bata melaju tidak terkendali saat melewati jalan turunan hingga akhirnya berhenti setelah menabrak bangunan madrasah yang di dalamnya banyak anak-anak sedang belajar, Jumat, 2 April 2021.

Akibat peristiwa itu, seorang sopir truk dan dua anak-anak meninggal dunia, serta tujuh orang menjalani perawatan medis karena mengalami luka-luka.

Artikel Ini Telah Tayang Juga di pikiran-rakyat.com dengan Judul: Sebabkan 2 Anak-anak Meninggal, Madrasah di Garut yang Tertabrak Truk Akan Direlokasi

Editor: Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Protes Keras dari Organda Garut Terkait Larangan Mudik Lebaran 2021

Rab Apr 7 , 2021
Kabar Garut – Larangan mudik Lebaran tahun ini mendapat protes keras dari para pengusaha angkutan umum yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda). Ketua Organda Kabupaten Garut, Yudi Nurcahyadi mengungkapkan, para pengusaha kecewa berat kepada pemerintah dengan adanya larangan mudik ini. Apalagi, ini sudah tahun kedua mudik dilarang “Sekarang baru […]
error: Content is protected !!