Lagi, Kasus Kematian Akibat COVID-19 di Garut Capai Rekor Tertinggi

kabargarut.com, Garut – Volume harian kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut kembali mencapai rekor tertinggi.

Sebanyak sembilan pasien positif Covid-19 di Garut terdiri empat perempuan dan lima laki-laki berusia antara 19 tahun sampai 84 tahun dilaporkan meninggal dunia, Rabu (2/6/2021). Sebanyak delapan orang di antaranya berusia 50 tahun ke atas.

Padahal sehari sebelumnya, Selasa (1/6/2021), volume harian kematian akibat Covid-19 di Garut mencapai rekor tertinggi dengan delapan pasien positif Covid-19 meninggal dunia, terdiri lima perempuan dan empat laki-laki. Semuanya berusia 50 tahun ke atas.

Dengan demikian, hanya dalam waktu dua hari, di Garut terdapat sebanyak 17 pasien positif meninggal dunia. Sebanyak 16 orang di antaranya berusia 50 tahun ke atas.

Hal tersebut merupakan kali pertama terjadi sejak kasus Covid-19 di Garut terdata pada 2020 lalu.

Sebanyak sembilan pasien positif Covid-19 meninggal dunia itu yakni laki-laki (KC-10180 A) usia 54 tahun asal Kecamatan Bungbulang, perempuan (KC-10189) usia 19 tahun asal Kecamatan Cigedug, perempuan (KC-10216) usia 57 tahun dari Kecamatan Leles, laki-laki (KC-10219) usia 81 tahun asal Kecamatan Malangbong, laki-laki (KC-9599 A) usia 70 tahun asal Kecamatan Mekarmukti, perempuan (KC-9893 A) usia 54 tahun dari Kecamatan Pakenjeng, laki-laki (KC-10227) usia 84 tahun dari Kecamatan Pangatikan, laki-laki (KC-10231 A) usia 55 tahun dari Kecamatan Peundeuy, dan perempuan (KC-10239) usia 67 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul.

Meninggalnya sembilan pasien positif tersebut membuat akumulasi pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Garut bertambah menjadi sebanyak 441 orang. Persentasenya naik menjadi sekitar 4,30 persen dari total jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 10.250 orang.

Baca Juga :   Dr. Helmi Budiman Mengunjungi Tempat Budidaya Ikan Koi

Sebaran kecamatan terdapat pasien meninggal dunia akibat Covid-19 pun bertambah menjadi di sebanyak 39 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut, dengan meninggalnya pasien positif asal Kecamatan Mekarmukti.
Akumulasi pasien terpapar Covid-19 di Garut sendiri meningkat menjadi sebanyak 10.250 orang dengan adanya penambahan volume harian sebanyak 85 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Keterangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, dari sebanyak 85 pasien positif Covid-19 itu sebanyak 36 orang di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR dan sebanyak 49 orang berdasarkan hasil pemeriksaan rapid tes antigen pada kontak erat dan suspek.
Mereka terdiri 57 perempuan dan 27 laki-laki berusia antara satu tahun sampai 84 tahun.

Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul (10), Bayongbong (8), Bungbulang (7), Garut Kota (6), Karangpawitan (6), Cigedug (5), Banjarwangi (4), Pakenjeng (4), Cisompet (3), Kersamanah (3), Pameungpeuk (3), Pangatikan (2), Pasirwangi (2), Peundeuy (2), Cibatu (2), Banyuresmi (2), Cilawu (2), Talegong (2), Tarogong Kaler (2), Wanaraja (2), Cikajang (1), Cisurupan (1), Leles (1), Leuwigoong (1), Balubur Limbangan (1), Malangbong (1), Sucinaraja (1), dan Kecamatan Sukaresmi (1).

Dilaporkan, terdapat pula penambahan pasien positif Covid-19 selesai pemantauan isolasinya sebanyak 79 orang. Sehingga total jumlah pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 menjadi sebanyak 8.685 orang, atau sekitar 84,7 persen.

“Saat ini, masih ada sebanyak 376 pasien positif Covid-19 dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan sebanyak 745 pasien positif isolasi mandiri,” Muksin menambahkan.(zainulmukhtar)

Artikel ini tlah tayang di :
https://www.inilahkoran.com/berita/79988/selang-sehari-rekor-kematian-akibat-covid-19-di-garut-pecah-lagi

Bagikan :

Next Post

Meski Kasus COVID-19 Masih Tinggi, Bupati Garut Tetap 'Blusukan' Mengamankan Pilkades

Jum Jun 4 , 2021
kabargarut.com, Garut – Pemerintah Daerah Garut, Jawa Barat, terus bergerilya mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 8 Juni mendatang. Upaya itu ditempuh untuk memberikan rasa aman bagi warga, di tengah outbreak alias lonjakan penderita Covid-19 saat ini. Dalam kunjungan ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) siang tadi. […]
error: Content is protected !!