Ketua Laskar Indonesia Sebut PSBB Belum Efektif, Hari Ini 6.000 Warga Garut Terpapar Covid-19

Kabar Garut – Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut tembus angka 6.000, tepatnya 6.054 kasus. Sedangkan kasus meninggal dunia mencapai 193 orang. Total akumulasi kasus Covid-19 hari ini yakni sebanyak 1.058 isolasi mandiri, 526 orang dirawat, dan 4.277 orang sembuh.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Supriyadi, menilai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum efektif dilakukan lantaran tidak ada ketegasan dari pemerintah. Ia meminta agar ke depannya pemerintah dapat menegaskan penerapan PSBB. Mengingat, berdasarkan data kajian yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut kasus positif virus corona terus meningkat.

“Ini kan ada PSBB. Kelihatannya belum sungguh-sungguh dilaksanakan. Orang-orang masih banyak yang lalu lalang di luar rumah. Padahal, pemerintah di banyak kesempatan sudah meminta masyarakat supaya tetap ada di rumah. Kalau ini tidak ditegaskan dan diketatkan, ini dikhawatirkan tidak efektif memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tanggal 17 Januari 2021 lalu warga Garut yang positif ada di angka 5.000, selang sepuluh hari sudah 6.000. Artinya dalam waktu 10 hari ada 1.000 orang yang terpapar,” kata Dudi kepada wartawan, Jumat (29/01/2021).

Baca Juga :   Di Daerah Rawan Bencana Kepala PT Pos Indonesia Cabang Garut Terjun Langsung Penyaluran BST

Ia juga menyayangkan, dalam PSBB Ke-2 di awal Tahun 2021 ini, ketidaktegasan Pemerintah Kabupaten Garut dalam membuat kebijakan tidak lagi mendirikan Posko Check Point dan saluran bantuan berupa paket Sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 khususnya di wilayah yang sedang melaksanakan PSBB tersebut.

Sumber : hariangarutnews.com

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Kadisdik Garut Terjun Lakukan Pembinaan, Marak Anak Usia Sekolah Menjadi Badut

Sen Feb 1 , 2021
Kabar Garut – Makin menjamurnya pengamen berkostum atau biasa disebut Badut di wilayah Kabupaten Garut menjadi sorotan semua pihak. Terlebih saat ini tak hanya orang dewasa yang mencari nafkah dengan menjadi badut tersebut, anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang semestinya melakukan belajar, malah turun kejalan. […]
error: Content is protected !!