Kades Garut Terdakwa Korupsi Tak Ditahan, Istri Jaminkan Rp 100 Juta ke Hakim

Kabar Garut – Oknum kepala desa (kades) di Garut, berinisial E, diduga melakukan tindak pidana korupsi. Ia sudah ditangkap aparat penegak hukum. Kasusnya pun bergulir ke persidangan.

Namun kini terdakwa E tidak ditahan karena permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan hakim. Sang istri menjaminkan duit Rp 100 juta kepada hakim.

Soal terdakwa E tak ditahan ini dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng Hariadi. Berdasarkan putusan hakim, E tidak mendekam di Rutan Garut sejak Rabu (6/1).

“Iya betul,” ucap Sugeng saat dikonfirmasi hal tersebut, Jumat (8/1/2020).

Penangguhan penahanan kepada E, sambung Sugeng, diketahui dari salinan putusan Pengadilan Negeri Khusus Bandung Nomor 46/Pid.Sus-TPK/2020/PN Bdg. E awalnya ditahan sejak 19 Maret 2020 dan sudah melalui beberapa kali persidangan. Terkait putusan PN Bandung itu, Kejari Garut telah melaksanakannya.

“Jaksa sudah melakukan verset perlawanan. Namun, atas perintah hakim, tetap harus melaksanakan penetapan hakim,” ujar Sugeng.

Meski permohonan penangguhan penahanan dikabulkan, terdakwa E diketahui tetap wajib mengikuti persidangan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak Pengadilan Negeri Bandung.

Baca Juga :   Berlinang Air Mata, Diselingkuhi hingga Ditelantarkan Suami, Seorang PNS Curhat ke Bupati Garut

Penangguhan penahanan kepada E dikabulkan majelis hakim karena pihak keluarga memberi jaminan uang Rp 100 juta jika E melarikan diri.

“Berdasarkan salinan putusan, istri terdakwa menjaminkan uang Rp 100 juta ke kas negara apabila terdakwa melarikan diri setelah lewat tiga bulan tidak ditemukan,” tutur Sugeng.

E tersandung kasus dugaan korupsi dana desa. Modusnya dengan cara memalsukan laporan pertanggungjawaban. Ia diduga korupsi duit dana desa sebesar Rp 400 juta dari total Rp 1 miliar yang diterima desanya pada 2017.

Kasi Pidana Khusus Kejari Garut Deny Marincka menjelaskan bahwa oknum kades tersebut menggunakan duit korupsi untuk menghidupi dua orang istrinya. “Berdasarkan keterangan tersangka, uang tersebut digunakan untuk menghidupi dua orang istrinya. Satu di Indramayu, satu di Garut,” ucap Deny pada Jumat 20 Maret 2020.

Sumber : news.detik.com

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Masyarakat Diminta Tanggap dan Waspada, Potensi Cuaca Exstrim Musim Hujan

Sen Jan 11 , 2021
Kabar Garut – Musim hujan mulai datang dengan intensitas yang tinggi , untuk meningkatkan kewaspadaan di titik rawan bencana dan longsor terutama bagi masyarakat yang tinggal di dekat area rawan bencana. Kini masyarakat diwanti-wanti agar meningkatkan kewaspadaannya. Danramil 1117/Singajaya Kapten Chb Khasanudin , kini telah mengintruksikan Babinsa di wilayah binaan […]
error: Content is protected !!