Jumlah Pengungsi Bertambah, Longsor di Garut Bertambah

Kabar Garut – Longsor dan pergerakan tanah di Kampung Cipager, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, masih terus terjadi. Jumlah rumah warga yang terdampak juga terus bertambah pasca longsor yang terjadi pada Jumat (12/2/2021). Camat Cilawu Mekarwati mengatakan, hingga Senin (15/2/2021), jumlah rumah yang masuk zona merah dan tidak boleh ditempati lagi sudah mencapai 45 rumah. Jumlah itu terdiri dari 58 kepala keluarga.

Sementara, luas lahan yang tertimbun longsor seluas 3 hektar. “Awalnya longsoran itu sepanjang 500 meter dengan ketinggian 50 meter. Sekarang terus melebar mengancam permukiman,” kata dia. Mekarwati menyampaikan, lokasi longsor masih belum aman, mengingat masih terus terjadi pergerakan tanah. Warga saat ini diungsikan di dua titik pengungsian. Dari pantauan Kompas.com di lokasi, rumah-rumah yang berada di zona merah berada di bagian atas bukit. Bibir longsoran terus bergeser mendekati pemukiman warga. Wahidin (72), warga yang rumahnya berada di belakang garis polisi mengatakan, pada Minggu malam sedikitnya terjadi lima kali pergerakan tanah yang diikuti suara dentuman. “Ada suara seperti drum dijatuhkan begitu ada longsor susulan,” kata Wahidin saat ditemui di dekat rumahnya, Senin.

Meski jumlah pengungsi terus bertambah dan longsoran meluas, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut sampai saat ini belum menetapkan status bencana yang terjadi di Kampung Cipager, Desa Karyamekar. “Kita ingin mendorong Pemda, terutama Bupati Garut menetapkan tanggap darurat untuk bencana ini,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Garut Yudha Puja Turnawan di lokasi longsor, Senin. Yudha yang juga ketua DPC PDI Perjuangan menuturkan, dengan adanya penetapan status tanggap darurat, maka penanganan bencana bisa lebih maksimal, karena bisa menggunakan dana biaya tidak terduga (BTT) di APBD Garut. “Jangan seperti di Desa Girimukti yang kantor desanya rusak karena bencana, karena tidak ada penetapan status darurat bencana.

Baca Juga :   Wakil Bupati Garut Mengikuti Gelar Silatnas Kepemimpinan Daerah di Jakarta

Jadi tidak bisa diperbaiki, harus tunggu tahun depan,” kata dia. Yudha mengatakan, dilihat dari skala bencananya, apa yang terjadi di Kampung Cipager cukup mengkhawatirkan. Ada 45 rumah yang saat ini tidak bisa lagi ditempati, karena rawan longsor susulan. Terdapat 58 KK yang menjadi pengungsi. “Jumlah ini masih bisa bertambah, karena longsor dan pergerakan tanah masih terus terjadi,” kata Yudha. Menurut Yudha, PDI-P sudah membangun posko bencana di Kampung Cipager dan membuka dapur umum bagi para pengungsi.

Artikel ini dimuat juga pada regional.kompas.com dengan judul “Longsor di Garut Meluas, Jumlah Pengungsi Bertambah”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Ancam Puluhan Rumah Warga, Tanah Longsor di Cilawu Garut

Sel Feb 16 , 2021
Kabar Garut – Bencana Tanah longsor yang terjadi di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengakibatkan 9 rumah tidak bisa ditinggali dan 41 rumah terancam. “Kepala keluarga yang rumahnya dikatakan tidak bisa ditinggali lagi ada 9 kepala keluarga/rumah, kemudian yang terancam itu ada 41 rumah,” ujar Wakil Bupati […]
error: Content is protected !!