Inilah Kronologi Jenazah Fakhry Rahmadiza Alumni SMAN 5 Bandung Tenggelam di Pantai Cikaso Sudah ditemukan

Kabar Garut – Alumni pelajar SMAN 5 Bandung Fakhry Rahmadiza Syafni korban tenggelam di Pantai Cikaso, Kabupaten Garut, akhirnya ditemukan. Fakhry Rahmadiza ditemukan meninggal dunia di perairan Sayang Heulang, Selasa (16/02/2021). Tak mudah untuk menemukan Fakhry Rahmadiza yang datang ke Pantai Cikaso, Kabupaten Garut. Tim SAR baru menemukan dia di hari kelima pencarian.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Supriono menyebutkan sebelumnya pada pukul 10:00 WIB pihaknya menerima informasi dari nelayan bahwa korban ditemukan di perairan Sayang Heulang.

“Tim menerima info dari nelayan bahwa pukul 10.00 WIB nelayan setempat menemukan jasad yang diduga korban yang sedang dalam pencarian Tim SAR Gabungan di Perairan Sayang Heulang,” katanya.

Setelah menerima info tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk memastikan bahwa penemuan jasad tersebut adalah korban yang sedang dicari.

“Penemuan korban yakni di perairan Sayang Heulang namun posisi korban sudah bergeser sehingga tim melakukan pencarian kembali hingga akhirnya bisa ditemukan pada pukul 13.10 WIB,” ucapnya.

Tim menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak dari LKP (Last Known Position) sejauh kurang lebih 26 KM, selanjutnya korban dibawa ke Pelabuhan Santolo dengan jarak dari lokasi penemuan sejauh kurang lebih 9 Km.

Sesampainya di Pelabuhan Santolo, pukul 13.55 WIB alumni pelajar SMAN 5 Bandung itu dievakuasi ke Puskesmas Cikelet.

Diberitakan sebelumnya, suasana cemas dan gelisah menanti datangnya sebuah kabar baik, tergambar jelas dari raut wajah sanak saudara serta kerabat dari Fakhri Rahmadiza Syafni (22) yang merupakan salah seorang korban terseret ombak di Pantai Cikaso Puncak Guha Kelurahan Sinar Jaya, Kabupaten Garut Jumat (20/2/2021) sore.

Fakhri Rahmadiza Syafni masih dalam upaya pencarian. Fakhri Rahmadiza Syafni adalah satu diantara lima pemuda asal Bandung yang tenggelam di Pantai Cikaso Kabupaten Garut. Dia adalah satu-satunya yang belum ditemukan.

Berdasarkan pantauan di kediaman Fakhri di Komplek Padi, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, tampak sejumlah kendaraan terparkir rapi di depan rumah bercat pagar hijau tersebut.

Bahkan, sejumlah teman, kerabat, dan keluarga pun telah berkumpul untuk saling menguatkan satu sama lain, seraya menunggu perkembangan hasil pencarian yang hingga kini terus dilakukan, dengan sebuah harapan yang terbaik bagi keselamatan putra sulung dari dua bersaudara tersebut.

Saat mencoba menggali informasi dan situasi dari pihak keluarga, Reyhan adik dari Fakhri menjelaskan bahwa kedua orangtuanya sedang tidak dapat diganggu karena baru saja beristirahat, setelah sepanjang malam begitu terpukul dengan kabar hilangnya Fakhri.

Bahkan, dirinya pun enggan memberikan komentar apapun terkait situasi, informasi, bahkan nasib yang dialami kakaknya tersebut.

“Mohon maaf mas, saat ini dari pihak keluarga belum ada jawaban atau tanggapan apapun, kami semua sangat terpukul dan syok dengan kabar ini. Kami hanya berharap Fakhri bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga, itu saja,” ujarnya.

Reyhan pun meminta TribunJabar.id agar, mendatangi crisis center dari perhimpunan pecinta alam (PPA) SADAGORI di SMAN 5 Bandung, karena setiap informasi mengenai peristiwa dan perkembangan kondisi terbarukan dari musibah di Pantai Cikaso Puncak Guha dilakukan secara satu pintu.

Baca Juga :   Bersihkan Timbunan Longsor di Pamulihan, Dinas PUPR Garut Turunkan Alat Berat

“Kalau untuk informasi terbaru dan lainnya silakan ke crisis center SADAGORI saja, karena semua informasi ke publik hanya dilakukan satu pintu,” ucapnya.

Crisis Center SADAGORI

Sementara itu, di Sekretariat PPA SADAGORI di Jalan Bali, Kota Bandung, tampak para anggota ekstrakurikuler tersebut, tengah melakukan diskusi terkait kemungkinan dari persiapan rencana dan upaya bantuan pencarian terhadap Fakhri, termasuk pemulangan para korban yang selamat.

Sedangkan di bagian depan sekretariat bercat kuning tersebut, tampak berdiri sebuah papan tulis lipat putih dengan beberapa informasi yang memuat terkait kronologis musibah tersebut secara terperinci setiap jamnya.

Sama seperti di kediaman Fakhri, suasana di Sekretariat PPA SADAGORI pun sangat tegang, dan cemas menunggu perkembangan informasi dari upaya pencarian yang dilakukan oleh BASARNAS, TNI AL, dan tim penyelamat gabungan dari organisasi berbasis kegiatan alam bebas lainnya.

“Dari informasi yang kami peroleh dari situasi di lapangan, hingga saat ini upaya pencarian dan penyelamatan rekan kami masih terus di lakukan, dengan melibatkan 50 anggota dari berbagai organisasi dan relawan tim SAR gabungan,” ujar juru bicara Crisis Center PPA SADAGORI, Radit saat ditemui di Sekretariat SADAGORI, Sabtu (13/2/2021).

Radit membenarkan, bahwa kelima korban terseret ombak di Pantai merupakan anggota dari keluarga besar PPA SADAGORI SMAN 5 Bandung, meskipun beberapa diantaranya telah lulus dan menjadi mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Kota Bandung.

Ia menegaskan, bahwa kedatangan kelima rekannya ke pantai tersebut dalam rangka rekreasi atau liburan atas inisiatif sendiri, dan bukan merupakan agenda kegiatan resmi dari PPA SADAGORI.

Sehingga pihaknya tidak dapat merinci agenda apa saja yang dilakukan dan berapa lama waktu liburan kelimanya.

Meski demikian, karena situasi ini merupakan musibah bagi keluarga besar PPA SADAGORI, maka berbagai upaya bersifat pertolongan pun terus dilakukan, seperti melakukan penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan dapur, logistik, dan transportasi untuk kegiatan di sana yang sudah dilakukan sejak kemarin.

“Untuk bantuan manpower atau SDM penyelamatan untuk mempercepat proses pencarian telah kami siapkan, tapi kembali lagi karena kami sifatnya adalah tim support, maka sejauh ini status kami dalam posisi standby sambil terus berkoordinasi dengan BASARNAS. Meskipun kami juga tidak dapat melarang apabila ada teman-teman kami yang memutuskan untuk berangkat dan memberikan bantuan langsung ke lokasi di sana,” ucapnya

Radit menambahkan, sebagai fasilitas crisis center, hingga saat ini pihaknya terus memberikan perkembangan informasi terbaru dan kepada pihak keluarga dari para korban, termasuk pihak-pihak terkait yang membutuhkan. Keluarga Besar PPA SADAGORI pun, lanjutnya berharap agar Fakhri dapat ditemukan dalam keadaan baik-baik saja.

“Semua informasi dan kronologis bagi publik, sudah kami sampaikan melalui press release yang kami sebarkan kemarin, hal ini agar tidak ada informasi yang simpang siur dan menambah beban dari pihak keluarga. Kami berharap yang terbaik bagi Fakhri,” katanya.

Artikel ini dimuat juga pada jabar.tribunnews.com dengan judul “Kronologi Jenazah Fakhry Rahmadiza Alumni SMAN 5 Bandung Tenggelam di Pantai Cikaso Ditemukan”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Terseret 26 Kilometer, Fakhry Korban Tenggelam di Pantai Cikaso ditemukan

Kam Feb 18 , 2021
Kabar Garut – Fakhry Rahmadiza Syafni, korban tenggelam di Pantai Cikaso, Kabupaten Garut, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan meninggal dunia di perairan Sayang Heulang, Selasa (16/02/2021). Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Supriono, menyebutkan, pihaknya mendapat unformasi dari nelayan, korban ditemukan pukul 10.00 WIB. “Nelayan setempat menemukan jasad yang diduga […]
error: Content is protected !!