Hadiri Pengajian PC PIN Garut, Wakil Rois Syuriah PCNU Kab. Garut

Kabar Garut – Sebagai organisasi yang identic dengan keagamaan,  PC PIN Garut secara rutin menggelar pengajian guna menjalin ukhuwah Islamiah dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Pada Minggu (07/02) PC PIN Garut melaksanakan kegiatan pengajian bulanan di Masjid Al-Jalaliyah,  Kp. Bungarungkup Rt 01 Rw 11 Desa. Girimukti Kec. Cibatu.

Acara di hadiri oleh Pengurus NU Ranting Girimukti, Pengurus Majlis Ta’lim Aljalaliyah, Aparatur Desa, Rw dan DKM Aljalaliyah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan Pengajian PC PIN Garut kali ini, mendapat kejutan dengan hadirnya tokoh masyarakat , yakni dengan kedatangan Wakil Rois Syuriah PCNU Kabupaten Garut.

Kyai Didin Sholehuddin, S. Pd.I, selaku Kabid Dakwah PIN Garut sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Huda mendapat kehormatan untuk menyampaikan Mauidzoh Hasanah/Tausyiah kepada para Jama’ah.

Dalam tausyiahnya, Kyai Didin menjelaskan bahwa kita hidup didunia ini tidak lain adalah untuk ibadah kepada Allah, mencari Ridho Allah dan melaksanakan kewajiban yang diperintahkan-Nya dengan niat yang baik/sholih. Maka Dengan niat sholih, aktivitas sehari-hari menjadi amal ibadah.

Baca Juga :   Bupati Sangat Jeli Tunjuk Nurdin Sebagai Sekda, Ungkap Wakil Komandan KOKAM Garut

Selanjutnya, menyampaikan tentang pentingnya bagi para Da’i atau Mubaligh/Mubalighoh untuk senantiasa menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alami.

Di akhir tausyiah, dirinya berharap semoga dengan adanya silaturahmi antara kita semua, khususnya yang hadir, Allah memberikan Rohmat Maghfiroh serta Pertolongan Allah SWT dan semoga bisa bersama sama dengan Baginda Rasululloh SAW di akhirat kelak serta mendapat safa’atnya.

Artikel ini dimuat juga pada grahabignews.com dengan judul “Wakil Rois Syuriah PCNU Kab. Garut Hadiri Pengajian PC PIN Garut”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Dodol Garut

Kam Feb 11 , 2021
Kabar Garut – Dodol Garut sebenarnya masih dalam koridor “terminologi” dodol secara umum, yakni sebuah bentuk makanan tradisional berbahan dasar tepung beras ketan atau buah-buahan, gula, dan santan kelapa sebagai bahan baku utamanya yang dimasak hingga kental-lengket. Adapun penamaannya menurut Haryadi (2006), berdasarkan wilayah dodol itu mula-mula dibuat. Jadi ada […]
error: Content is protected !!