Garut Waspada, Penyekatan di Lima Titik Hingga Penyediaan Jaminan Hidup

kabargarut.com – Setelah dinyatakan kembali masuk zona merah, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat kembali menerapkan sejumlah penyekatan dan pembatasan kegiatan masyarakat. Tercatat, bersama 11 kota kabupaten lainnya, Garut bakal melakukan “isolasi mandiri”.

Kepala Unit Laka Lantas (Kecelakaan Lalu Lintas) Polres Garut, Ipda Priyo Sumbodo mengatakan, setelah dinyatakan kembali masuk zona merah, pihaknya langsung melakukan penyekatan di lima titik yang menghubungkan Kabupaten Garut dengan beberapa kabupaten lainnya.

“Pertama, titik penyekatan di Kadungora, dimana lokasi tersebut merupakan perbatasan Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung, yang kedua yaitu titik penyekatan di Cilawu, dimana lokasi tersebut merupakan perbatasan Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya, Rabu (30/6/2021).

Sementara penyekatan lainnya dilakukan di beberapa tempat wisata seperti di Ikan Mas, Kecamatan Tarogong Kaler, Pertigaan Selaawi, dan di Pasirwangi. “Penyekatan ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Bupati mulai 25 Juni 2021–9 Juli 2021,” kata dia.

Meskipun demikian, dalam praktiknya, ujar Priyo, pelaksanaan penyekatan arus lalu lintas disesuaikan dengan perkembangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut.

“Kalau memang zonanya sudah aman maka penyekatan bisa diberhentikan, namun apabila status zona Kabupaten Garut masih rawan, maka penyekatan akan kembali dilaksanakan,” ujar dia.

Baca Juga :   Vaksinasi COVID-19 di Pendopo Digelar Seminggu 2 Kali, Bupati Garut Ingin Habiskan 24 Ribu Vaksin Akhir Bulan Ini

Untuk menekan terjadinya peningkatan kasus Covid-19, para pengunjung yang berasal dari luar daerah diwajibkan membawa surat hasil tes negatif Covid-19, sebagai bukti pengunjung tidak terpapar Covid-19.

Tidak hanya itu, untuk menghindari timbulnya klaster baru di kawasan wisata, pemda Garut telah melakukan penutupan sejumlah kawasan wisata di Garut yang berpotensi menimbulkan sumber kerumuman massa.

“Apabila mempunyai rencana berlibur di Kabupaten Garut maka untuk sementara waktu ditunda terlebih dahulu,” dia menghimbau.

Bupati Garut Rudy Gunawan menambahkan, selain melakukan penyekatan dan penutupan kawasan wisata akibat zona merah, Pemda Garut bakal melakukan pembatasan jam operasional kegiatan masyarakat hingga pukul 19.00 WIB selama dua pekan ke depan.

“Setelah itu dilakukan penegakan hukum untuk penegakan protokol kesehatan, dipimpin oleh Wakil Ketua Satgas Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Kajari, Pak Kasatpol PP, Kadishub, dan POM TNI,” dia mengingatkan.

Untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, Rudy meminta Dinas Sosial (Dinsos), serta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) segera mengeluarkan jatah jaminan hidup (Jadup) yang telah disediakan pemerintah daerah.

“Jangan sampai ada masyarakat Garut yang kekurangan pangan,” ujar dia mengingatkan.

Artikel ini telah tayang di :
https://www.liputan6.com/regional/read/4595509/kembali-zona-merah-begini-rekayasa-penyekatan-hingga-penyediaan-kebutuhan-hidup-warga-garut

Bagikan :

Next Post

Pemda Garut Kembali Terapkan WFH Untuk Seluruh ASN

Kam Jul 1 , 2021
kabargarut.com – Pemda Garut, Jawa Barat, kembali mengintruksikan seluruh ASN-nya untuk work from home (WFH) atau kerja dari rumah, seiring kembali memerahnya Garut akibat pandemi Covid-19. Kebijakan itu dilakukan hingga dua pekan ke depan. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, seiring kembali masuknya Garut ke dalam zona merah Covid-19, lembaganya meminta […]
error: Content is protected !!