Garut Klaim Surplus Gabah Kering hingga 60 Ribu Ton, Target Produksi Tercapai

Kabar Garut – Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat mengklaim surplus gabah kering beras tahun ini hingga 60 ribu ton. Angka itu tercapai, setelah target produksi yang dibebankan pemerintah berhasil dilewati.

“Tahun ini kita surplus target produksi pemerintah pusat sekitar 2.000 hektare,” Kepala Dinas Pertanian Garut Beni Yoga Gunasantika mengatakan, Rabu (17/3/2021).

Beni menerangkan, musim basah atau hujan yang terbilang panjang tahun ini, berperan penting menjaga pasokan air di area lahan tanam milik petani di Kabupaten Garut.

“Alhamdulillah ketersediaan air cukup bagus, sehingga menghadapi puasa (pasokan beras) aman, bahkan melebih target,” dia menegaskan.

Tahun ini, pemerintah pusat menargetkan area tanam produksi padi di Garut mencapai 10.200 hektare, tetapi dalam praktiknya sebaran produksi mencapai 12.300 hektare atau surplus hingga 2 ribu hektare.

“Kalikan (hasil panen gabah) saja 5,2 ton per hektare, jadi sekitar 60 ribu ton kita surplus,” kata dia.

Dengan capaian itu, Beni memprediksi produksi gabah dari petani tahun ini, mengalami kenaikan signifikan hingga 20 persen dibanding capaian tahun lalu.

“Rata-rata (kenaikan) antara 12 sampai 20 persen dari target tahun ini,” dia menambahkan.

Baca Juga :   Arena Futsal Disegel Pemkab Garut, Langgar Jam Operasi PPKM

Kondisi itu berbanding terbalik dengan capaian tahun lalu yang memiliki musim kering atau kemarau lebih lama, sehingga menimbulkan kekeringan di sejumlah wilayah.

“Jadi memang banyak yang terdampak, tahun ini Allhamdulillah ketersediaan air bahkan masih cukup hingga kini,” kata dia.

Ihwal rencana impor beras yang akan dilaksanakan pemerintah pusat, ia berharap agar rencana tersebut dikaji matang, termasuk memperhatikan musim panen raya di petani.

“Kalau untuk Garut sendiri surplus, jadi kami harap pemerintah lebih bijak terhadap rencana impor (beras) itu,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan impor beras 1 juta ton tahun ini. Namun, upaya itu mendapat sanggahan dari sejumlah kalangan, mengingat pasokan gabah saat musim panen raya Maret-Mei tahun ini tengah melimpah. Impor beras dinilai bakal membuat petani merana.

Artikel Ini Telah Tayang Juga di liputan6.com dengan Judul: Target Produksi Tercapai, Garut Klaim Surplus Gabah Kering hingga 60 Ribu Ton

Editor: Kabar Garut

 

Bagikan :

Next Post

River Tubing di Desa Wisata Sindangkasih Garut

Sab Mar 20 , 2021
Kabar Garut – Indonesia memiliki banyak pilihan desa wisata yang patut dikunjungi, salah satunya adalah Desa Wisata Sindangkasih Garut. Ketua Homestay Desa Wisata Sindangkasih Dedi Sopandi menuturkan, desa tersebut baru ditetapkan menjadi desa wisata pada 19 September 2019. “Kemudian diresmikan pada 19 Desember 2019 kalau tidak salah. Dari situ, mulai […]
error: Content is protected !!