Dr. Helmi Budiman Mengunjungi Tempat Budidaya Ikan Koi

Kabar Garut – Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mengunjungi tempat budidaya ikan koi di Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jum’at (25/12/2020). Dalam kunjungan ke Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), Wabub Garut, didampingi langsung oleh Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra.

Wabup Helmi mengatakan kegiatan ini merupakan studi banding dalam rangka mengetahui tata kelola pembudidayaan ikan koi di Ciamis.

“Saya tertarik dengan tata kelola pembudidayaan ikan koi yang dilakukan kelompok pembudidaya disini, karena mampu berdampak pada pemberdayaan kelompok masyarakat,” ujar dr. Helmi.

Sisi lain yang membuat dr. Helmi datang langsung ke Kelompok Budidaya yang dibina AMplus ini, karena bisa menarik investor ke lokasi budidaya.

“Disisi lain saya juga tertarik dengan daya tarik ikan koi yang sampai-sampai ada investor datang terjun ke lokasi budidaya di daerah Desa Muktisari ini secara langsung,” ucapnya.

Menurut Helmi, saat ini budidaya ikan koi di Garut sudah berjalan, namun perlu dilengkapi dengan tata kelola niaga.

“Pembudidayaan ikan koi di Garut salah satu yang perlu dilengkapi yaitu tata kelola niaga dan kita belajar dari pembudidaya di Kabupaten CIamis,” ungkap dr. Helmi.

Baca Juga :   Garut Tak Terapkan Pemeriksaan Surat Keterangan Rapid Test, Hadapi Libur Nataru

Sementara itu, Wabub Ciamis, Yana D Putra, mengatakan kedatangan Wabub Garut menjadi bukti bahwa budidaya ikan koi di Kabupaten Ciamis sudah banyak dikenal.

“Kedatangan Wabup Garut ini membuktikan budidaya ikan koi di Ciamis sudah mulai diketahui orang banyak,” katanya.

Ia berharap budidaya ikan koi bisa menjadi primadona di Kabupaten Ciamis.

“Kita dalam pembudidayaannya harus melihat potensi daerah yang sesuai untuk ikan tersebut, semoga budidaya ikan koi ini kedepannya bisa menjadi primadona di Kabupaten Ciamis,” harap Yana.

Sementara Presiden Direktur AMplus, Arie Mirza, budidayan ikan koi cukup menjajikan karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

“Hanya butuh waktu tiga bulan dari modal awal Rp17 ribu per ekor bisa menjual yang dibesarkan oleh para plasma seharga Rp150 ribu per ekor,” pungkasnya.

Sumber : Poros Garut

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Pemkab Garut Tutup Sementara Alun-Alun dan SOR Kerkhop

Sen Des 28 , 2020
Kabar Garut – Pemerintah Kabupaten Garut melakukan pengetatan pengawasan Covid-19, untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Dua lokasi umum milik pemerintah daerah selama libur Nataru yaitu Alun-Alun Garut dan Lapang Sarana Olah Raga (SOR) Kerkhop, ditutup sementara. “Sudah […]
error: Content is protected !!