Di Tengah Pandemi Covid-19 dan Longsor Garut, Semangat Pak Pos Salurkan Bansos

Kabar Garut – Di tengah ancaman pandemi Covid-19 dan bencana alam, Kantor Pos Garut, Jawa Barat, terus berjibaku menyelesaikan pendistribusian Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan pemerintah saat ini.

Tenggat waktu yang sempit, hanya sepekan, yang diberikan pemerintah untuk menyalurkan program dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu, bukan alasan untuk tidak menyelesaikan misi mulia tersebut tepat waktu, terutama pada masa sulit seperti pandemi Covid-19.

“Total ada 58,982 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang tersebar di 42 kecamatan dan 442 desa seluruh Garut,” ujar Kepala Kantor Pos Garut Andrianto, Selasa (12/1/2021).

Menurut Andri, pendistribusian program BST kali ini memang terbilang istimewa, selain berada di tengah pandemi Covid-19 yang tengah berkecamuk, pembagian program Kemensos itu tepat memasuki musim hujan yang rawan terjadinya bencana di Garut.

“Apalagi di wilayah selatan, kami mendapat info sering terjadinya longsor dan bencana alam lainnya sehingga jalan kadang gak bisa dilalui,” kata dia.

Namun, meskipun demikian, kondisi itu tidaklah menjadi penghalang dirinya dan staf yang diberangkatkan, untuk menyampaikan program pemerintah itu.

“Memang itu sudah risiko yang harus dihadapi, tapi bersyukur semua pihak terutama TNI-Polri bisa saling membantu,” ujarnya bangga.

Tahun ini total anggaran yang diberikan berjumlah sekitar Rp17 miliar. Angka itu merupakan akumulatif dari besaran bantuan sebesar Rp300 ribu yang diperuntukkan bagi 58.982 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Baca Juga :   Satbinmas Polres Garut Sambangi Ponpes dan Rumah Tahfid Qur’an, Penguatan Situasi Kamtibmas dan Prokes Covid-19

Di tengah ancaman bencana tersebut, Andi bersyukur, angka penerima bantuan tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 70 ribu penerima.

“Berapa pun itu, tugas kami hanya menyampaikan program tepat waktu dan tepat jumlah, sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan tanpa ada potongan sepeser pun,” ujar dia.

Dalam praktiknya, setelah surat panggilan penerima dan cetak daftar nominatif dibuat, dia menginstruksikan 24 kantor cabang Kantor Pos di 42 kecamatan, langsung bekerja ekstra melayani pelayanan bagi masyarakat.

“Kantor kami mulai buka sejak pukul 08.00 pagi hari hingga pukul 22.00 WIB malam,” kata dia.

Bahkan, untuk menghindari adanya pungutan liar atau pemotongan terhadap jumlah bantuan, lembaganya sengaja menurunkan tim satuan tugas (Satgas) khusus pendistribusian bantuan BST.

“Siapa pun masyarakat yang merasa dirugikan silahkan laporkan kepada kami, kami tidak segan memberikan tindakan tegas bagi mereka yang terlibat,” ujar dia mengingatkan.

Dengan upaya itu, Andri berharap seluruh bantuan yang diberikan bisa tersalurkan tepat waktu hingga esok hari, sebagai hari terakhir pembagian bantuan BST tersebut.

“Kami terus mengingatkan masyarakat mohon datang tepat waktu dan sesuai jadwal yang telah ditentukan agar berjalan lancar,” dia menandaskan.

Sumber : www.liputan6.com

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Kok Pengadilan Tipikor Tangguhkan Penahanan Para Kades Terdakwa Korupsi di Garut?

Rab Jan 20 , 2021
Kabar Garut – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat, menangguhkan tahanan lima terdakwa kasus korupsi yang berlangsung di kabupaten Garut. Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng, Hariadi menyatakan, penangguhan kelima tahanan korupsi itu terjadi setelah adanya penjamin, serta kesiapan pada terdakwa untuk mengembalikan sejumlah kerugian negara. “Selain alasan-alasan tersebut […]
error: Content is protected !!