1 Maret 2021

KABAR GARUT

Menyajikan Fakta dan Realita Seputar Garut

Di 2 Kampung Garut Puluhan Rumah Terancam Longsor

Kabar Garut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat melaporkan adanya puluhan rumah di dua kampung di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, terancam longsor. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Garut Tubagus Agus Sofyan mengatakan, warga di dua kampung yang sudah berada di pinggir jurang itu terpaksa diungsikan. “Total terdampak dan terancam (longsor) 24 kepala keluarga dengan 76 jiwa,” kata Tubagus Agus Sofyan di Garut, Minggu (14/2).

Menurut Tubagus, 24 KK itu menempati 21 rumah. Dua di antaranya dengan penghuni tujuh jiwa sudah terdampak longsor, dan 19 rumah dengan jumlah penghuni 53 jiwa terancam longsor. Puluhan rumah itu berada di Kampung Babakan Kawung, dan Kampung Cipageur yang berada persis di atas longsoran tanah tebing setinggi 50 meter dengan longsoran sekitar 500 meter. Kejadian tanah longsor di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu itu terjadi 12 Februari 2021 pukul 20.00 WIB, karena hujan deras.

Chandra Berharap Komnas HAM Bergerak Menurut Tubagus, warga yang rumahnya terancam bencana longsor itu sementara mengungsi di Madrasah Nurul Iman, dan rumah saudaranya yang aman dari ancaman bencana. Tim BPBD Garut bersama masyarakat juga melakukan patroli rutin pada siang dan malam hari untuk memantau pergerakan tanah yang sebelumnya longsor.

Baca Juga :   Pemkab Garut Mendorong Puncak Sagara Menjadi Wisata Perkemahan Baru dengan Pemandangan Alam

“Antisipasi dari warga membentuk ronda malam khusus pemantauan aktivitas pergerakan tanah,” jelas Tubagus. Seorang warga yang mengungsi Herlina (42) mengatakan sebelum terjadi longsor sempat merasakan getaran, kemudian warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Seorang warga yang mengungsi bernama Herlina (42) mengatakan, sebelum terjadi longsor warga merasakan ada getaran.

Hal itu membuat mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga kini Herlina bersama keluarganya memilih bertahan di pengungsian, meski barang-barang miliknya masih berada di rumah yang sebelumnya terdampak longsor. “Barang saya belum dievakuasi. Saya menyelamatkan diri sama keluarga saja, karena barang mau dibawa ke mana, di sini juga sudah penuh,” ucap Herlina.

Artikel ini dimuat juga pada www.jpnn.com dengan judul “Lihat, Puluhan Rumah di 2 Kampung di Garut Terancam Longsor”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :
error: Content is protected !!