Destinasi Cantik yang Terkenal Lewat Novel, Mengintip Keindahan Puncak Guha di Garut

Kabar Garut – Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi wisata alam mengagumkan. Tak heran bila kawasan seperti Talaga Bodas hingga Situ Bagendit selalu menjadi destinasi andalan masyarakat setempat.

Tak banyak yang tahu, jika di kota berjuluk Swiss van Java tersebut juga terdapat wisata pantai yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Pantai Puncak Guha, di Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.

Di pantai tersebut, pengunjung akan disuguhi pemandangan dataran tinggi menyerupai bukit yang ditumbuhi rerumputan hijau alami. Ditambah dengan panorama langsung menghadap ke pesisir selatan Jawa Barat.

Salah seorang pengunjung menuturkan, pengalaman pertamanya mengunjungi Pantai Puncak Guha begitu mengagumkan. Dirinya sangat menyukai pemandangan di lokasi yang belum banyak terjamah oleh wisatawan tersebut.

Selain disuguhi pemandangan yang eksotis, di lokasi Pantai Puncak Guha, para pengunjung juga akan menemui empat buah guha (gua). Gua ini terbentuk secara alami, dan menjadi tempat tinggal dari berbagai jenis hewan udara.

Beberapa burung yang menempati gua-gua tersebut di antaranya, walet, sriti, dan burung-burung lainnya. Selain itu, di sana juga banyak terdapat kelelawar yang berterbangan di dinding-dinding gua.

Hasanah melanjutkan, tempat tersebut juga cocok untuk dijadikan lokasi olahraga di atas ketinggian, seperti paralayang. Ia merekomendasikan Pantai Puncak Guha sebagai salah satu destinasi yang bisa dikunjungi berada di sekitar Kabupaten Garut.

Ihsan (35), salah seorang pengelola wisata Puncak Guha mengatakan, terbukanya akses jalan nasional lingkar selatan Jawa yang melintasi Garut, menjadi harapan baru bagi wisata di Garut. Menurutnya, perlu investor untuk selangkah memajukan wisata alam pantai di sana.

Baca Juga :   Ini 9 Pantai di Garut yang Layak Dikunjungi!

“Asal ada investor yang datang, Garut bisa menjadi alternatif menarik untuk wisata pantai,” ujarnya.

Uniknya, karena berada di atas ketinggian 100 meter dari dataran pantai, Puncak Guha terbilang aman dari terpaan Tsunami. Dengan hamparan dataran hijau yang juga cocok dijadikan untuk camping.

“Dulu saat kampanye, pak Gubernur Ridwan Kamil sempat ke sini dan takjub akan alamnya,” ujar dia, menggambarkan kekaguman orang nomor satu di Jawa Barat itu.

Namun, wabah Covid-19 membuat lokasi Pantai Puncak Guha menurun drastis. Dari yang sebelumnya bisa mencapai ratusan orang dari berbagai daerah, kini tak seberapa. Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dibutuhkan upaya promosi lebih gencar agar lebih banyak menarik minat wisatawan.

“Mungkin Pemda Garut bisa lebih gebyar mempromosikan, “Dulu pernah ada acara salah satu televisi tapi hanya sebentar,” katanya.

Diketahui, jika Pantai Puncak Guha sempat terkenal karena termuat di sebuah novel berjudul Perahu Kertas. Disebutkan dalam novel karya Dewi Lestari atau Dee tersebut, lokasi pantai yang menjadi tempat pertemuan antara Kugy dan Keenan.

Untuk saat ini wisatawan hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang, dan dikelola oleh pemuda desa setempat.

Artikel ini dimuat juga pada www.merdeka.com dengan judul “Mengintip Keindahan Puncak Guha di Garut, Destinasi Cantik yang Terkenal Lewat Novel”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Sejarah Pangandaran

Rab Feb 10 , 2021
Kabar Garut – Pada awalnya Desa Pananjung Pangandaran ini dibuka dan ditempati oleh para nelayan dari suku sunda. Penyebab pendatang lebih memilih daerah Pangandaran untuk menjadi tempat tinggal karena gelombang laut yang kecil yang membuat mudah untuk mencari ikan. Karena di Pantai Pangandaran inilah terdapat sebuah daratan yang menjorok ke […]
error: Content is protected !!