Dampak ‘Outbreak’, Garut Berlakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat

kabargarut.com – Pembatasan kegiatan masyarat di Kabupaten Garut akan kembali dilakukan. Menyusul meningkatnya kasus Covid-19 dalam sepekan ini.

Dalam tiga hari terakhir saja, sudah terjadi 1025 kasus konfirmasi positif virus corona. Dengan rekor harian Covid-19 mencapai 400 kasus lebih.

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut pembatasan yang dilakukan di Garut tak akan seketat di Bandung Raya. Pembatasan perlu dilakukan agar penyebaran virus corona bisa dikendalikan.

“Besok kita putuskan karena sekarang Garut masih zona orange. Pembatasannya tidak radikal seperti d Kota Bandung,” ucap Rudy usai bersilaturahmi dengan Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono di Pamengkang, Kamis, 17 Juni 2021.

Pembatasan dilakukan hanya 25 persen. Kantor, restoran, pasar, dan tempat keramaian masih bisa beraktivitas. Namun jika masuk zona merah, semua kegiatan termasuk perkawinan akan dibatasi.

Pesta pernikahan di Garut masih diperbolehkan. Namun setiap acara hajatan itu akan dikawal ketat personil Satpol PP dan polisi.

“Biar tidak terjadi pelanggaran prokes (protokol kesehatan). Kapasitasnya tidak boleh banyak, kita akan kirimkan Satpol PP terutama ke WO (Wedding Organizer). Harus disiplin, mohon disiplin jadi kalau seren sumeren (prosesi akad nikah) jangan terlalu lama,” katanya.

Baca Juga :   Di Garut Nasib Pembangunan Infrastruktur Saat Pandemi Covid-19 Belum Usai

Salah satu alasan terjadinya lonjakan kasus di Garut, karena pihaknya banyak melakukan rapid antigen di wilayah-wilayah yang terindikasi memiliki penyebaran yang cukup masif.

“Memang kita ada peningkatan karena Garut jujur saya beli antigen aja 20 ribu jadi kami ingin misalnya sekarang kejadian di Cisompet, di Pakenjeng dan lain-lain kami melakukan proses antigen,” pungkasnya.

“Kemarin hampir 400 lonjakannya itu termasuk beberapa Puskesmas karena kami dites antigen, saya tidak mau mengambil risiko semua di antigen seperti itu,” lanjut Rudy.

Kasus Covid-19 di Garut jadi penyumbang nomor dua terbanyak di Jawa Barat. Virus corona bahkan sudah menyerang ke wilayah perkampungan.

Wilayah selatan Garut pun banyak yang terpapar virus corona. Di Kecamatan Cisompet, ada 87 warga di satu kampung yang positif Covid-19.

Kasus serupa juga menimpa kepada 41 warga di Kampung Arinem, Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng.

***

https://jurnalgarut.pikiran-rakyat.com/berita-garut/pr-332071337/garut-bakal-terapkan-pembatasan-aktivitas-buntut-lonjakan-kasus-corona

Bagikan :

Next Post

Penyalah Gunaan Obat Terlarang, Polres Garut Tangkap 81 Orang

Sab Jun 19 , 2021
kabargarut.com – Polres Garut mengamankan 81 orang karena kedapatan sedang bertransaksi membeli obat obatan terlarang di sebuah ruko di kawasan Bunderan Suci Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat 18 Juni 2021. Tempat transaksi yang berada di kawasan Bunderan Suci Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, tidak jauh dari Kantor Polres Garut. […]
error: Content is protected !!