Dalam Kenangan Aktivis’98 Sejumlah Wartawan Garut

Kabar Garut – Tanggal 9 Februari selalu diperingati oleh seluruh insan pers sebagai Hari Pers Nasional (HPN), yang juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Pers kini sudah menjadi pilar keempat demokrasi, pers yang tidak hanya menyampaikan fakta dan informasi dalam pemberitaannya. Tetapi juga menjadi sarana pengawasan sosial bagi trias politika demokrasi.

Pers sudah menyatu dalam peradaban manusia, khususnya peradaban Kabupaten Garut.

Ada banyak wartawan yang saya kenal. Beberapa di antaranya sudah sepuh dan senior, yang terlibat banyak dalam beberapa era pemerintahan, yang konsisten mewartakan fakta dan informasi. Tidak hanya sebagai bagian dari profesi pekerjaan, melainkan juga seni menulis berita dan bagian tak terpisahkan dalam hidupnya.

Mereka di antaranya Pak Yus (Yus Hattasasmita, almarhum), Kang Mus (Mustafa Fatah), Kang Wawan (Wawan Juwarna), Kang Ade (Ade CS Kartos), Kang Encang (Cang Anwar), dan banyak lagi lainnya.

Mereka telah banyak berjasa bagi kabupaten ini, mewartakan banyak hal dengan dinamikanya.

Suatu saat, saya pernah melakukan aksi protes di tahun 1995. Saat itu saya masih mahasiswa, aksi bersama petani Selekta Cisurupan mendatangi kantor kecamatan dan koramil setempat untuk menyampaikan protes karena konflik dengan pihak pengusaha, yang berdampak pada kekerasan.

Melalui medialah (Harian Mandala) Kang Mus memberitakan peristiwa itu. Padahal kita ketahui sesuatu sangat sulit di era itu.

Pun demikian dengan sebelumnya, Hari Pers Nasional di Garut bekerja sama dengan Senat Mahasiswa (SM STIE Garut), yang saat itu saya sebagai ketua senat mahasiswanya, pernah mengundang “tokoh kritis” Sri Bintang Pamungkas yang berakhir dengan pencekalan.

Namun, kegiatan tetap berlangsung, berkat semangat dari sahabat media, khususnya Kang Mus dan tokoh ulama kharismatik Khalid Tauziri (almarhum) yang menjamin keamanan pada saat itu.

Dua peristiwa ini, dan masih banyak peristiwa lainnya di kabupaten tercinta kita, menggambarkan kebebasan pers tidak serta merta turun dari langit; ada perjuangan insan pers di Garut.

Baca Juga :   Pedagang Tahu dan Tempe di Garut Sempat Tak Jualan, Harga Kedelai Melambung

Banyak suka duka dengan sahabat pers di Garut. Kang Wawan yang sering berdiskusi di Kantor PWI saat itu, sabar mendengarkan kegelisahan kami.

Juga demikian dengan Kang Ade CS Kartos, pegiat media senior ini, malah unik, hidup dan menulis bersama sahabat aktifis di Garut. Idealisme dan dedikasinya tak diragukan.

Semua, bekerja dengan ikhlas, sebagaimana bekerjanya media, berita lebih populer ketimbang penulisnya. Mereka pun tak ingin dikenal dan dikenang.

Sebagaimana Almarhum Kang Yus Hattasasmita yang terus gigih mewartakan apa yang almarhum ketahui dan layak diketahui publik.

Pers tak hanya mewartakan, namun mereka juga mengedukasi. Oleh sebab itu pers adalah guru juga, pendidik masyarakat demokratis.

Saat ini, kita merayakan Hari Pers di tengah pandemi Covid-19. Bencana kesehatan ini telah merenggut nyawa umat manusia, mengacaukan kehidupan sosial dan perekonomian.

Pers kita bekerja di tengah pandemi ini. Seakan tak takut terkena virus, mereka tiap hari bekerja mewartakan kejadian dan peristiwa bencana ini.

Pers telah ikut berkontribusi menyampaikan informasi dan fakta berkenaan dengan virus, korban dan kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Mereka telah mensubsidi informasi secara massif sehingga semua mengetahui dan dapat melakukan banyak hal melawan dan beradaptasi dengan virus.

Tentu patut diapresiasi, media bekerja 24 jam di tengah pemerintah daerah yang bekerja delapan jam. Berita pers sangat membantu.

Saatnya kita bekerja bersama, mengendalikan virus ini, dan keluar dari situasi krisis secara bersama, agar segera pulih perekonomian kita dan kehidupan kita.

Akhir kata, zaman selalu berubah, pers selalu di depan dengan perubahan itu. Saya sendiri tak ingin ketinggalan peradaban, oleh sebab itu hingga kini tetap bersahabat dengan insan pers, baik suka maupun duka.

Selamat Hari Pers Nasional

#SalamHormat
#SalamSehat

Tetap disiplin protokok 3M, kerjakan yang penting dan mendesak saja!

Bumi Indonesia, 8 Februari 2021

Artikel ini dimuat juga pada www.gosipgarut.id dengan judul “Sejumlah Wartawan Garut dalam Kenangan Aktivis’98”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Pemuda di Garut Terancam 15 Tahun Bui, Pemuda di Garut Terancam 15 Tahun Bui

Sel Feb 9 , 2021
Kabar Garut – Seorang pemuda berinisial DH (21), membunuh pacarnya secara sadis di pinggiran Sungai Cimalaka, Kabupaten Garut, karena persoalan cemburu. Tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP atau 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi […]
error: Content is protected !!