Bupati Garut Ingatkan ASN untuk Tidak Mudik, Sanksi bagi Pelanggar Tentunya Ada!

Kabar Garut – Bupati Garut, Rudy Gunawan mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Garut untuk tidak mudik ke luar kota. Namun untuk mereka yang hendak mudik lokal atau masih di wilayah kabupaten Garut, Bupati membolehkannya.

“Untuk ASN yang mau mudik lokal, seperti ke Cikajang, Pameungpeuk, atau daerah lainnya di wilayah Kabupaten Garut. silahkan. Namun jika yang mau mudik ke luar kabupaten, kami melarangnya,” ujar Rudy, Selasa 13 April 2021.

Dikatakannya, larangan bagi ASN untuk melakukan mudik ke luar kabupaten dilakukan sesuai aturan yang berlaku dalam hal ini peraturan pemerintah. Hal ini diberlakukan untuk mencegah penularan Covid-19 yang kasusnya di Garut hingga saat ini masih terjadi.

Rudy menyebutkan, pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan berupa larangan untuk seluruh masyarakat termasuk pekerja pemerintahan agar tidak mudik saat Lebaran.

Kebijakan itu berlaku bagi mereka yang mudiknya ke luar daerah misalkan dari kota ke kota lain di berbagai daerah di Indonesia. Sementara dalam satu daerah misalkan Kabupaten Garut masih diperbolehkan mudik.

Terkait sanksi bagi ASN yang melanggar peraturan pemerintah dengan mengabaikan larangan untuk mudik ke luar daerah, dituturkan Rudy, tentunya sanksinya akan ada.

Namun jenis sanksinya sendiri diakuinya hingga saat ini belum bisa dipastikan karena masih harus menunggu surat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).

Baca Juga :   Kasus Konfirmasi Covid-19 Usia Lansia

“Sanksi bagi pelanggar tentunya ada akan tetapi kami masih menunggu surat dari Menpan. Sanksinya bisa saja berupa teguran atau tertulis,” katanya.

Menurut Rudy, pemerintah mengeluarkan peraturan larangan mudik tentunya bukannya tanpa alasan. Larangan dilakukan dengan tujuan membatasi gerakan masyarakat yang merupakan bagian dari upaya untuk mencegah dan memutus rantai penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Garut.

Oleh karena itu, Rudy mengimbau seluruh ASN, umumnya masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menerapkan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas agar guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Untuk menindaklanjuti peraturan pemerintah terkait larangan mudik tersebut, Rudy menegaskan pihaknya akan mengeluarkan surat edaran bupati.

Ia berharap seluruh masyarakat Garut termasuk para ASN untuk senantiasa mematuhi setiap aturan yang dikeluarkan pemerintah, termasuk larangan untuk mudik.

Artikel Ini Telah Tayang Juga di pikiran-rakyat.com dengan Judul: ASN Garut Dilarang Mudik, Bupati Garut: Sanksi bagi Pelanggar Tentunya Ada

Editor: Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Merawat Tradisi Keramasan ala Pesantren Sadang Lebak Garut

Sel Apr 13 , 2021
Kabar Garut – Bagi Pesantren Sadang Lebak, Kecamatan Wanaraja, Garut, Jawa Barat (Jabar), masuknya momen bulan suci Ramadan adalah anugerah. Pesantren tradisional yang sejak lama lekat dengan budaya mengkaji kitab ‘kuning’ tersebut, selalu menyambut Ramadan dengan penuh gegap gempita. Salah satunya menggelar acara keramasan dengan berziarah ke makam waliyulloh setiap tahunnya, yang […]
error: Content is protected !!