Bayi Empat Bulan di Pamulihan Tak Bisa Berobat Dikarenakan Tidak Ada Biaya

Kabar Garut – Nasib pilu dialami pasangan Saepul Rohman (24) dan Sumanah (19), warga Kampung Kubang, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut.

Anak mereka, Alfia Lutviani, yang kini memiliki masalah dengan kesehatan tubuhnya, tidak bisa dibawa ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk berobat. Pasangan ini pun tidak memiliki BPJS kesehatan.

Sejak dilahirkan empat bulan lalu, kondisi Alfia Lutviani kian memprihatinkan. Bayi perempuan itu kelihatan sangat lemah dan berat badannya menyusut drastis. Dari semula berat badannya 3,5 kilogram, kini hanya 2 kilogram saja.

Ditemui di rumahnya, Kamis (11/2/2021) pasangan muda tersebut harus hidup berdesakan di rumah panggung berukuran 5 x 5 meter dengan 11 anggota keluarga lainnya yang terdiri dari 3 kepala keluarga (KK) termasuk seorang kakek berusia 88 tahun.

Menurut ibu Sumanah bernama Anah (55), tiga KK yang tinggal di rumah tersebut yakni dia dan ketiga anaknya, ponakan Anah,Tati dan tiga Anaknya, Sumanah dan satu anaknya, serta bapaknya yang bernama Akat.

Diakui Anah, dirinya belum bisa memiliki rumah sendiri karena tidak memiliki lahan dan tidak memiliki biaya karena pekerjaan hanya buruh tani. Sementara ayahnya, Akat, sudah sangat tua sehingga hanya mengandalkan dari anak-anaknya sejak istrinya meninggal dunia.

Kepala Desa Garumukti, Edde Sukmana, membenarkan ada warganya yang tidak bisa berobat ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya dan tidak terakomodir kartu Indonesia sehat (KIS).

Baca Juga :   Banyak Cafe Langgar Aturan Jam Buka, PSBB Hari Kedua di Garut

“Iya betul, ada warga kami yang memiliki bayi belum bisa dibawa ke rumah sakit (karena tidak memiliki biaya),” kata dia, Kamis (11/2/2021).

Edde menuturkan, untuk langkah awal, bantuan yang bisa pihaknya lakukan, yaitu membiayai persalinan dan membuatkan rumah panggung yang kini dihuni oleh keluarga Sumanah.

“Namun karena anggaran yang kami miliki terbatas sehingga ketika bayi tersebut diperiksa di posyandu dan harus dibawa ke rumah sakit belum bisa dibawa,” tambahnya.

Edde menjelaskan, ketika bayi Alfia lahir berat badannya normal, namun kini di usianya 4 bulan berat badannya menyusut drastis. “Kami tahunya harus dibawa ke rumah sakit setelah kemarin ada pemeriksaan di posyandu. Kini kami sedang memikirkan juga biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-harinya,” terangnya.

Menurut Edde, beban keluarga Sumanah cukup berat karena belum lama rumah mertuanya dan tiga rumah lainnya habis terbakar, sehingga menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Desa Garumukti.

“Di tengah keterbatasan anggaran yang kita miliki, kita juga berharap ada pihak yang bisa membantu meringankan beban keluarga Sumanah,” katanya.

Artikel ini dimuat juga pada www.gosipgarut.id  dengan judul “Tak Ada Biaya, Bayi Empat Bulan di Pamulihan Tak Bisa Berobat”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Siap Ikuti Penjaringan di Wilayah Priangan, Sejumlah Atlet Pelatprov PBSI Garut

Rab Feb 17 , 2021
Kabar Garut – Pelaksanaan penjaringan seleksi atlet Pelatprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Garut, yang dilaksanakan pada Minggu kemarin. Kini siap mengikuti tahapan seleksi di tingkat Priangan. Ketua PBSI Kabupaten Garut, Dodi Gustari mengatakan, dalam penjaringan seleksi atlet Pelatprov PBSI Garut itu sudah muncul 20 Orang Atlet diantaranya Tunggal […]
error: Content is protected !!