28 Februari 2021

KABAR GARUT

Menyajikan Fakta dan Realita Seputar Garut

Aksi Heroik Ibu di Garut Halangi Tukang Parkir Lindas Korbannya

Kabar Garut – Seorang petugas servis mesin ATM di Garut dikeroyok 3 preman kampung lantaran enggan membayar uang parkir. Sadis, korban sempat hendak digilas motor oleh para pelaku. Hal tersebut diketahui dari hasil penyelidikan pihak kepolisian. Polisi menemukan sejumlah video dari sudut pengambilan lain yang merekam kejadian yang berlangsung Sabtu (30/1) lalu di kawasan Simpang Garut Plaza, Garut Kota.

Dalam video 22 detik terkait kejadian itu yang direkam masyarakat, terlihat satu dari tiga orang pelaku hendak menggilas korban bernama Ivan (21) yang terkapar di jalanan setelah dihantam pelaku.

Namun aksi tersebut digagalkan emak-emak yang ada di lokasi. Sang emak terlihat dalam video mendorong preman yang sudah menaiki sepeda motor dan akan menggilas korban. Di akhir video, sang emak dan preman yang didorongnya terlihat terjatuh.

Aksi para preman ini tergolong sadis. Selain hendak melindas korban dengan motor, seorang pelaku juga terlihat membawa kapak. Namun saat hendak mendekati korban, pelaku dilerai seorang pria.

Baca Juga :   Untuk Pulihkan Listrik Akibat Banjir Karawang, PLN UP3 Garut Kirim Relawan

Kasus itu bermula saat Ivan yang berprofesi petugas servis mesin ATM itu sedang bekerja di salah satu minimarket membenarkan mesin ATM. Saat hendak pulang, tiga orang preman meminta uang parkir.

Para preman tak terima. Mereka kemudian menganiaya korban dengan membabi-buta, selain hendak dilindas motor, dalam video yang viral juga terlihat salah seorang pelaku membawa kapak.

Kasus ini sedang dalam penyelidikan pihak Polres Garut dan Polsek Garut Kota. Saat ini diketahui satu dari tiga pelaku berinisial YA telah berhasil ditangkap. Sedangkan dua pelaku lain masih buron.

“Masih dalam penanganan Sat Reskrim,” ujar Kapolres AKBP Adi Benny saat dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021).

Sementara itu pihak Dinas Perhubungan Garut memastikan ketiga preman itu bukan merupakan tukang parkir resmi yang terdata di Dishub.

“Sudah kami cek, mereka bukan petugas parkir yang resmi. Kalau tercatat di kami akan diberhentikan tentunya,” ucap Suherman kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Sumber : news.detik.com

Editor : Kabar Garut

Bagikan :
error: Content is protected !!