Adakah Kaitannya dengan Serapan Anggaran BTT? Ketua Mata Jabar : Data Covid-19 Garut Tidak Valid

Kabar Garut – Ketua Perhimpunan Masyarakat Transparansi Jawa Barat (Mata Jabar), Iyep S Arrasyid, menuding kasus konfirmasi pasien positif virus corona (Covid-19) yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut tidak valid dan tidak faktual.

“Saya sudah memeriksa data ke lapangan. Hasilnya, tak sama dengan yang dipaparkan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut. Misal data pada hari Selasa 12 Januari 2021 Pukul 20.00 WIB, disana disebut pasien isolasi mandiri terdiri dari 2 orang. Namun pada Rabu 13 Januari 2021, pada data yang dirilis terjadi lonjakan isolasi mandiri mencapai 623 orang,” papar Ketua Mata Jabar kepada hariangarutnews.com.

Kemudian, lanjut Iyep, pada hari Selasa dengan tanggal yang sama pasien yang di isolasi di rumah sakit mencapai 1.616 orang. Lalu pada hari Rabunya berkurang hingga 488 orang. Artinya, kata Dia, dalam sehari pihak rumah sakit telah memulangkan 1.100 orang. Kalau benar ini pencapaian prestasi yang luar biasa, tandasnya.

“Saya berharap Gugus Tugas Kabupaten Garut melakukan verifikasi dan validitas data pasien dengan cermat sebelum data konfirmasi positif warga Garut disampaikan ke publik karena ini juga menyangkut serapan anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang tidak sedikit,” harap Iyep.

Baca Juga :   2 Camat dan 3 Fungsional Dilantik Bupati Garut dalam Apel Gabungan

Ketua Mata Jabar juga mengatakan, saat pasien positif membludak, baik Pemkab Garut maupun Gugus Tugas Covid-19 tidak pernah merinci data pasien yang dirawat di rumah sakit mana saja pasien tersebar. Hingga Jumat 15 Januari 2021, imbuhnya, data menyebut ada 517 pasien yang di rawat di rumah sakit.

“Bahkan ada 469 orang yang menjalani isolasi mandiri, masyarakat tidak pernah tahu pasien tersebut tersebar di kecamatan mana saja. Kami apresiasi atas kinerja tim Gugus Tugas Covid-19 Garut, namun masyarakatnya juga mempunyai hak untuk memperoleh informasi yang benar,” pungkas Ketua Mata Jabar, Sabtu (16/01/2021).

Yang paling fantastis, lanjut Iyep, pada Minggu 10 Januari 2021 ada 1.818 pasien positif yang di rawat di rumah sakit, padahal kapasitas yang dimiliki rumah sakit di Kabupaten Garut sangat terbatas. Dikatakan dia, tak pernah ada penjelasan pasti berapa pasien yang di rawat di RSUD dr Slamet, RS Medina, Rusunawa, atau rumah sakit swasta lainnya.

Sampai berita ini diterbitkan, saat dihubungi baik pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Garut maupun Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 belum menanggapi adanya dugaan kekeliruan data yang terjadi tersebut.

Sumber : hariangarutnews.com

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Kepala Sekolah dan Guru di Sukaratu Malangbong Garut Intens Laksanakan Daring, Ingin Capai Belajar Maksimal

Rab Jan 20 , 2021
Kabar Garut – Proses belajar mengajar dimasa pandemi Covid-19, pemerintah pusat dalam. Hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), belum mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka di sekolah. Hal tersebut dilakukan karena, wabah Covid-19 masih merebak bahkan meningkat. Kebijakan belajar dalam jaringan (daring) atau berbasis online masih menjadi […]
error: Content is protected !!