ACT Gelar Launching Gerakan Sedekah Pangan Nasional

Kabar Garut – Melalui virtual zoom, Aksi Cepat Tanggap (ACT) gelar Launching Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN) dengan tema “Ayo Bangun Kedaulatan Pangan Bangsa”. Acara terpusat di Wakaf Distribution Center (WDC) Gunung Putri, Bogor Jawa Barat, Selasa (23/02/2021). Didasari pada kondisi bangsa saat ini dampak dari bencana alam, pandemic covid-19 dan juga bencana kemiskinan sungguh sangat memprihatinkan.

Tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) per 8 Pebruari 2021 telah terjadi 372 kejadian bencana alam di wilayah Indonesia sejak awal 2021. Meliputi banjir 227 kejadian, putting beliung 66 kejadian, tanah longsong 60 kejadian, gempa bumi 7 kejadian, gelombang pasang atau abrasi 7 kejadian serta kebakaran hutan dan lahan 4 kejadian.

Kejadian-kejadian bencana alam tersebut menyebabkan 216 orang meninggal dunia, 12.056 orang terluka, tujuh orang hilang dan 1.769.309 orang menderita dan mengungsi. Bencana alam tersebut menyebabkan 4.452 rumah rusak berat, 5.336 rusak sedang, 37.569 rusak ringan dan 357.365 rumah tergenang.

Dalam Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah orang miskin bertambah sebesar 2,7 Juta orang, sehingga total menjadi 27,55 juta orang atau setara 10,19% di September 2020. Kenaikan angka kemiskinan ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang sudah melanda tanah air sejak Maret 2020.

Mengulas intisari gelar Launching GSPN, Kepala Cabang ACT Garut, Mohamad Dani Ramdani menyebutkan, bahwa dari banyaknya kejadian bencana alam dan kondisi kemiskinan menimbulkan banyak permasalahan baik pangan ataupun permasalahan sosial. Permasalahan pertama dan utama yang muncul, kata Dani, adalah ancaman kekurangan pangan dan kelaparan yang bisa menyebabkan kematian.

“Pangan adalah kebutuhan dasar, sekaligus kebutuhan utama untuk bisa menyambung kehidupan, oleh karena itu program bantuan pangan sangatlah penting dan dibutuhkan oleh masyarakat korban bencana alam ataupun masyarakat miskin, baik kemiskinan karena musibah bencanan alam atau kemiskinan secara kultural dan struktural,” paparnya.

Lanjut disampaikan Dani, hal ini diperlukan sebuah gerakan bersama untuk menjadi solusi dari permasalahan yang terjadi. Gerakan yang fokus utamanya berupa bantuan pangan yang bukan hanya bentuk penyelamatan sesaat, tetapi juga bantuan yang bersifat reguler dan membangun kembali kehidupan masyarakat dari hulu sampai ke hilir.

Baca Juga :   Inilah Detik-detik Alumni SMAN 5 Bandung yang Tenggelam di Garut Selatan ditemukan di Sayang Heulang

“Kami menyebutnya Gerakan Sedekah Pangan Nasional atau GSPN,” ucapnya.

Program Gerakan Sedekah Pangan Nasional ini, sambung Dani, adalah program pangan yang menggunakan dana sedekah umat sebagai modal untuk menggerakkan dan membangkitkan ekonomi masyarakat produsen pangan di hulu seperti petani, peternak, dan nelayan, dimana hasil panennya dibeli dengan dana sedekah masyarakat untuk kemudian disimpan dan disalurkan melalui WDC kepada masyarakat (umat) yang membutuhkan melalui program-program di hilir.

Program bantuan di hilir, lanjut ia, bentuk bantuannya ada yang bersifat langsung, seperti Operasi Makan Gratis, Operasi Beras Gratis dengan produknya berupa beras wakaf yang diambil dari Lumbung Beras Wakaf, Air Minum Gratis dengan produknya berupa Air Minum Wakaf yang diambil dari Lumbung Air Wakaf dimana bantuan disalurkan melalui program Humanity CareLine, Rice Truck dalam bentuk pengantaran air minum wakaf dan beras wakaf secara langsung.

“Bantuanya juga disalurkan melalui food truck, kolaborasi dengan warteg dan rumah makan serta dapur-dapur umum yang tersebar di daerah yang membutuhkan dalam bentuk makanan siap saji,” jelasnya.

Ditambahan Kepala Cabang ACT Garut, GSPN adalah program multi benefit yang masif mulai dari penerima manfaat, donatur dan relawan dengan harapan semakin besar gerakan program bergulir, maka semakin besar kebermanfaatannya, semakin bertambah keberkahannya dan mampu membangkitkan kondisi masyarakat dan ekonomi bangsa Indonesia yang saat ini terpuruk.

Mengutip apa yang disampaikan pengurus ACT pusat, Dani pun mengajak seluruh elemen masyarakat turut andil, ambil bagian dari GSPN untuk kepentingan bangsa.

“Bersama-sama ayo bangkit bangsaku, jadilah bagian dari GSPN, gerakan yang terbuka untuk umum, setiap orang, artist atau celebritis, tokoh, ulama, masjid, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, perusahaan, dan setiap entitas apapun yang memiliki rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa dan masyarakat Indonesia bisa jadi bagian dari GSPN. Bismillah bersama-sama kita targetkan 50 juta penerima manfaat, 5 juta donatur dan satu juta relawan terlibat dalam gerakan masif multi benefit dari GSPN,” pungkasnya.

Artikel ini dimuat juga pada hariangarutnews.com dengan judul “Aksi Cepat Tanggap Gelar Launching Gerakan Sedekah Pangan Nasional”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Enam Titik Relokasi untuk Warga Cilawu Menunggu Kajian Badan Geologi Ungkap Wakil Buapti Garut

Rab Feb 24 , 2021
Kabar Garut – Didampingi BPBD, Kadis Perkim dan Forkopimcam Cilawu, Wakil Bupati (Wabup) Garut dr Helmi Budiman meninjau enam titik lokasi tanah yang akan dijadikan tempat relokasi untuk para korban pergerakan tanah yang berada di Kampung Cipager Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu. Wabup meninjau satu persatu lahan yang akan dijadikan tempat […]
error: Content is protected !!