789 Pasien Gejala Ringan Masih Isolasi Mandiri di Rumah, Covid-19 Garut Sentuh 7.157 Kasus Positif

Kabar Garut – Tercatat sebanyak 789 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan di Garut, Jawa Barat yang lakukan isolasi mandiri di rumah.

Menurut laporan dari Satgas (Satuan Tugas Penanganan) Covid-19 Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat terkonfirmasi kasus positif Covid-19 sebanyak 7.157 kasus, 789 kasus isolasi mandiri, 217 kasus isolasi di rumah sakit atau perawatan, 5.899 kasus sembuh, dan 252 kasus meninggal.

“Konfirmasi positif 7.157 kasus, 789 kasus isolasi mandiri, 217 kasus isolasi di rumah sakit atau perawatan, 5.899 kasus sembuh dan 252 kasus meninggal,” kata Humas Satgas Penanganan Covid-19 Garut Yeni Yunita pada Minggu, 21 Februari 2021 di Garut yang dikutip Pikiran-Rakyat.com (PE) dari Antara.

Ia menuturkan selama ini wabah Covid-19 masih terjadi, termasuk muncul kasus di klaster keluarga, sehingga harus menjadi perhatian untuk selalu disiplin protokol kesehatan.

“Sangat penting dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri,” katanya.

Pemkab Garut berlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di tingkat RW, jika di daerah tersebut terdapat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi Iwan Ridwan mengatakan bahwa di daerahnya di Kampung Kaum, terdapat lima orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga :   Sopir Terjepit, Dua Mobil Elf Jurusan Garut – Bungbulang Bertabrakan

Oleh sebab itu, daerah tersebut akan diberlakukan PSBM guna menghindari dan mencegah penularan Covid-19 terhadap warga lainnya.
Ia menyampaikan bahwa selama ini, kondisi kesehatannya warga yang terpapar Covid-19 sudah mulai membaik. Meski begitu, pihaknya tetap memberlakukan PSBM dengan melibatkan kader kesehatan yang dibantu Satgas Covid-19.

“Kita dari pemerintah desa sudah menerapkan PSBM. Ada kader kesehatan yang bertugas untuk mengingatkan warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa jajarannya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah maupun berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, warga dihimbau untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun guna menjaga kebersihan diri.

Ia juga menyampaikan tidak boleh ada kerumunan orang dan selalu menjaga jarak agar terhindar dari penularan wabah Covid-19 di daerahnya.

Ia menilai penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19.

“Penerapan protokol kesehatan selalu kami ingatkan kepada masyarakat karena ini penting untuk menghindari penularan,” kata Iwan.

Artikel ini dimuat juga pada www.pikiran-rakyat.com dengan judul “Covid-19 Garut Sentuh 7.157 Kasus Positif, 789 Pasien Gejala Ringan Masih Isolasi Mandiri di Rumah”

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Risiko Paling Tinggi Diterjang Bencana yaitu Garut dan Bogor Terendah

Sen Feb 22 , 2021
Kabar Garut – Kabupaten Garut jadi kawasan paling tinggi mempunyai risiko bencana alam. Garut masuk dalam 16 kabupaten/kota di Jawa Barat (Jabar) yang masuk wilayah risiko tinggi bencana alam. Dari data Indeks Risiko Bencana di Jabar 2018 yang dilihat Ayobandung.com, 11 wilayah lainnya masuk ke dalam wilayah risiko sedang. “Jadi […]
error: Content is protected !!