5 Pasen Corona di RSUD Meninggal, Bupati Garut Akui Sedih

Kabar Garut – Selama masa PSBB hingga 25 Januari, Bupati Garut, Rudy Gunawan menyatakan akan bekerja optimal untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut.

“14 hari ini saya selaku Ketua Satgas, akan all out untuk melakukan langkah-langkah konkret, karena kemarin saja kami sedih lima orang di RSUD meninggal dunia, tiap hari itu satu, dua, pas kemarin lima orang,” ungkapnya, Rabu (13/1).

Menurut bupati, selama perberlakuan PSBB, selain tempat kerja, jam operasional seperti di swalayan atau Toserba (Toko Serba Ada) mengalami pengurangan. Toko modern yang berbentuk minimarket, supermarket, hypermarket, perkulakan/grosir dan toko khusus, baik yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan, dengan waktu operasional mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 19.00 WIB,”

Lainnya, kata bupati, untuk jam operasional restoran dan kedai kopi juga mengalami pembatasan sama dengan swalayan, dimana untuk operasional dari mulai pukul 8 pagi sampai pukul 7 malam.

Sementara itu, dalam Keputusan Bupati Garut Nomor 443/KEP.13-KESRA/2021, tanggal 12 Januari 2021, tentang Penetapan Jangka Waktu dan Wilayah Pelaksanaan Pembatasan Sosiail Besar secara Proporsional Dalam Penanganan Covid-19, penerapan PSBB ini akan dilaksanakan di 26 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Garut.

Baca Juga :   Tiga Daerah Terburuk Menerapkan Protokol Kesehatan Termasuk Garut

“PSBB di kita itu akan berada di 26 kecamatan, melihat letak geografisnya sama saja dengan 42 kecamatan, karena pada hakekatnya itu berdampingan, dan sebagainya,” ujar Rudy, saat memimpin Rapat Koordinasi Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Ruang Rapat Setda, Jalan Pembangunan, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (12/1/2021).

“Membatasi aktivitas di tempat kerja/kantor dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75% (Tujuh Puluh Limas Persen) dan Work From Office (WFO) sebesar 25% (Dua Puluh Lima Persen) dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat,” demikian tercantum dalam Surat Edaran Bupati Garut Nomor 443.1/74/KESRA tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Peoporsional dalam Upaya Penanganan Penyebaran Covid-19.

Sumber : garutpos.com

Editor : Kabar Garut

Bagikan :

Next Post

Hingga Kini Belum Ditemukan, Guru SD di Cibalong Garut Terseret Ombak Saat Mancing

Kam Jan 14 , 2021
Kabar Garut – Salah seorang guru bernama Deris Abdi Hamzah,S.Pd,yang bertugas di SDN 5 Sancang terbawa arus gelombang laut di pantai Sancang, desa Sancang kecamatan Cibalong, kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (13/1). Deris yang baui diangkat menjadi PNS tahun lalu itu, bersama teman sedang memancingn di Palawah Cetut Sancang. Persediaan […]
error: Content is protected !!